RADAR JOGJA - Belakangan ini, muncul kekhawatiran di masyarakat mengenai konsumsi ikan lele yang diduga disuntik antibiotik dan potensi dengan risiko gagal ginjal pada manusia.
Penting untuk memahami fakta di balik isu ini agar kita dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengonsumsi ikan lele.
Penggunaan Antibiotik dalam Budidaya Ikan Lele
Dalam praktik budidaya ikan lele, antibiotik digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi Aeromonas hydrophila dan Flexibacter columnaris.
Namun, metode pemberian antibiotik biasanya melalui perendaman atau dicampur dalam pakan ikan, bukan melalui penyuntikan langsung pada ikan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP) telah mengatur penggunaan antibiotik dalam budidaya ikan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19 Tahun 2024 tentang Obat Ikan.
Regulasi ini menetapkan enam zat aktif antimikroba yang diperbolehkan:
klortetrasiklina, oksitetrasiklina, tetrasiklina, eritromisina, enrofloksasina, dan sulfadiazin.
Penggunaan antibiotik harus sesuai dosis yang tepat, dalam jangka waktu yang ditentukan, serta memperhatikan waktu henti obat sebelum panen untuk memastikan keamanan produk perikanan yang dihasilkan.
Potensi Risiko Kesehatan dari Residu Antibiotik
Kekhawatiran utama terkait residu antibiotik dalam ikan lele adalah potensi terjadinya resistensi antibiotik pada manusia.
Baca Juga: Rayakan Lebaran dengan Twibbon & Ucapan Islami yang Penuh Berkah
Residu antibiotik yang tertelan melalui konsumsi ikan dapat menyebabkan bakteri dalam tubuh manusia menjadi kebal terhadap pengobatan antibiotik, sehingga menyulitkan penanganan infeksi di masa depan.
Meskipun demikian, hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang kuat yang secara langsung menghubungkan konsumsi ikan lele dengan residu antibiotik sebagai penyebab utama gagal ginjal pada manusia.
Penyebab umum gagal ginjal lebih sering dikaitkan dengan kondisi seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit ginjal kronis lainnya.
Langkah Aman dalam Mengonsumsi Ikan Lele
Untuk memastikan keamanan konsumsi ikan lele, konsumen disarankan untuk:
1. Membeli dari Sumber Terpercaya: Pilihlah ikan lele dari peternak atau penjual yang memiliki reputasi baik dan mengikuti standar budidaya yang benar.
2. Memperhatikan Kondisi Ikan: Pastikan ikan lele yang dibeli dalam kondisi segar, ditandai dengan mata yang jernih, insang berwarna merah segar, dan daging yang kenyal.
3. Pengolahan yang Tepat: Cuci ikan dengan bersih dan masak hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri atau residu zat berbahaya.
4. Konsumsi dalam Batas Wajar: Seperti halnya konsumsi makanan lainnya, mengonsumsi ikan lele dalam jumlah yang wajar adalah bagian dari pola makan yang sehat.
Dengan langkah-langkah tersebut, kita dapat menikmati manfaat gizi dari ikan lele tanpa khawatir terhadap risiko kesehatan yang tidak diinginkan. (Adinda Fatimatuzzahra)