Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mata Kamu sering Berkedut Sering Dianggap Perkara Mistis, Padahal Ini Penjelasan Medisnya..

Fatimah Rizqi Zanjabil • Kamis, 7 Maret 2024 | 02:00 WIB

mata bagian paling sensitive dan rentan
mata bagian paling sensitive dan rentan
RADAR JOGJA - Pernahkah Anda merasakan sensasi berdenyut atau bergetar di area kelopak mata, bawah mata, hingga alis?

Sensasi ini dikenal sebagai kedutan mata, dan meskipun sering dianggap sebagai pertanda mistis, kedutan mata sebenarnya memiliki penjelasan medis.

Kedutan mata, atau juga dikenal sebagai blefarospasme, adalah suatu kondisi berupa gerakan berulang pada kelopak mata bagian atas.

Umumnya, gerakan ini timbul secara spontan dan berlangsung secara acak tanpa tanda-tanda sebelumnya.

Kedutan mata ini dapat berlangsung dalam beberapa detik atau hingga satu menit atau lebih.

Jika dilihat dari sudut pandang medis, mata kedutan dapat timbul akibat kelainan pada kondisi fisik dan mental.

Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh tengah kelelahan, contohnya karena kekurangan tidur atau kurang istirahat.

Di samping itu, mata berkedut yang sering dapat juga terjadi karena faktor psikologis seperti stres atau perasaan tertekan.

Faktor gaya hidup juga turut memengaruhi pemicu mata kedutan, seperti kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, kafein berlebih, dan perokok aktif.

Kedutan di kelopak mata juga dapat timbul karena adanya iritasi pada kornea atau konjungtiva, yakni lapisan dalam kelopak mata. Keadaan ini umumnya ditemukan pada orang dewasa wanita.

Di samping faktor lingkungan atau gaya hidup, blefarospasme esensial jinak juga dianggap terjadi karena faktor genetik.

Mata berkedut dapat dicegah dengan Tidur yang cukup,membatasi menatap layer gadget seperti hp,laptop dan computer, Batasi konsumsi kafein dan Minum air putih yang cukup.

Untuk lebih amanya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Editor : Bahana.
#mata