Masjid tidak selalu berhenti pada ruang untuk menunaikan ibadah. Di tengah persoalan lingkungan dan ketahanan pangan, Masjid Nurul Ashri di Deresan, Yogyakarta, menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Salah satu bentuk kepedulian tersebut terlihat melalui Program Bantu Tani. Program ini menjadi ruang pertemuan antara petani sebagai produsen dan jamaah sebagai konsumen. Ketika petani menghadapi harga hasil panen yang rendah, pengurus masjid melakukan verifikasi langsung ke lapangan sebelum membeli hasil pertanian mereka.
Program tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa diwujudkan melalui kegiatan mendukung petani lokal dan memperpendek rantai distribusi pangan yang menjadi bagian dari upaya membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan.
Hal tersebut semakin menarik karena penelitian terbaru mengenai Masjid Nurul Ashri melihat gerakan anak mudanya sebagai bentuk Muslim environmentalism.
Nilai seperti ta’awun (saling membantu), maslahah (kemaslahatan) dan al-’adalah (keadilan) diterapkan dalam tindakan nyata untuk mendukung petani lokal.
Baca Juga: Dikira Sudah Padam, Bara Jerami Kembali Menyala dan Bakar Kandang Sapi di Nglipar
Tak hanya melalui Program Bantu Tani, perhatian terhadap lingkungan juga hadir melalui Berkahbareng.id, sebuah layanan yang menerima donasi barang bekas. Hasil dari penjualan barang tersebut digunakan untuk mendukung operasional masjid sekaligus kegiatan edukasi lingkungan.
Dengan berbagai kegiatan tersebut, Masjid Nurul Ashri memperlihatkan wajah masjid yang lebih luas.
Selain sebagai tempat untuk beribadah, masjid kini dapat berfungsi sebagai wadah kegiatan kepedulian sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga kesadaran ekologis.
Masjid Nurul Ashri memberikan satu pesan sederhana: menjaga bumi tidak harus dimulai dari langkah besar. Ia bisa dimulai dari masjid, dari kepedulian kepada petani, dari mengurangi barang terbuang, dan dari membangun kebiasaan saling membantu.
Sebab, ketika ibadah melahirkan kepedulian, masjid bukan hanya menjadi tempat manusia mendekat kepada Tuhan, tetapi juga ruang untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama dan lingkungan.
Editor : Bahana.