Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Target Zakat Baznas Kota Jogja Rp 11,7 Miliar, Baru Sentuh 60 Persen

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 6 September 2025 | 00:20 WIB

 

Ilustrasi membayar zakat fitrah.
Ilustrasi membayar zakat fitrah.

JOGJA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jogja terus menggenjot pengumpulan zakat. Pasalnya, pada tahun ini pengumpulan zakat ditarget bisa mencapai Rp. 11,7 miliar.


Wakil Ketua II Baznas Kota Jogja Abdul Samik mengatakan, pihaknya optimistis dapat memenuhi target tersebut. Sebab hingga Agustus capaian pengumpulan zakat sudah menyentuh angka 60 persen dari target atau sekitar Rp. 6 miliar.


Dia mengaku sudah menyiapkan berbagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat pemberi zakat atau muzakki. Misalnya dengan meningkatkan transparansi dan digitalisasi pembayaran zakat. Kemudian juga mengalokasikan zakat untuk program pengentasan kemiskinan.


“Sistem digital membuat layanan penghimpunan dan penyaluran zakat lebih mudah diakses, akuntabel, serta meningkatkan partisipasi masyarakat,” ujar Abdul saat ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (4/9) kemarin.


Kepala Pelaksana Baznas Kota Jogja Misbachrudin menambahkan, penyaluran zakat dari lembaganya selalu diprioritaskan untuk masyarakat Kota Jogja. Sebab ada beberapa lembaga penyalur zakat yang mengumpulkan di Kota Jogja. Namun penyalurannya kepada penerima di luar daerah.


Misbachrudin menjelaskan, Baznas Kota Jogja juga melakukan pendistribusian zakat dalam beberapa bentuk. Di antaranya berupa paket pangan, pengembangan ekonomi masyarakat, serta beasiswa.


Untuk beasiswa diberikan kepada siswa SD dan SMP untuk penguatan spiritual atau program keagamaan di sekolah. Misalnya berupa dukungan bagi penghafal Alquran, kader remaja masjid, atau bantuan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.


Penyaluran zakat juga dialokasikan dalam bentuk dukungan kepada guru honorer sekolah swasta dan non-ASN. Yakni berbentuk bantuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) atau pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan.


Selain itu, zakat juga disalurkan dalam bentuk pembayaran premi kepada marbot masjid. Tahun ini sudah ada 500 marbot yang menjadi sasaran tersebut. Kemudian ke depannya akan ditambah lagi menjadi 800 peserta dengan sasaran pekerja sosial keagamaan.


“Termasuk ustadz, karyawan pondok pesantren, dan aktivis dakwah. Terutama yang kurang mampu,” bebernya.


Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo berpesan agar digitalisasi zakat terus ditingkatkan. Sebab dengan pemanfaatan teknologi yang baik dapat membantu penyaluran zakat lebih tepat sasaran.


Hasto memastikan, pemkot akan terus bersinergi dengan Baznas. Khususnya dalam mendukung program-program pengentasan kemiskinan, peningkatan pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi umat.


“Saya berharap lebih banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam pengelolaan zakat modern, demi kesejahteraan bersama," katanya. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#zakat #Baznas Kota Jogja #ppg #pendidikan profesi guru #BPJS #muzakki #Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo