Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jajanan Sekolah Akan Diuji Lab, Pemkot Jogja Jamin Kecukupan Gizi Anak untuk Mencegah Stunting: Hasto Wardoyo Sebut Berikan Makanan Selingan Bergizi

Iwan Nurwanto • Sabtu, 7 Juni 2025 | 02:39 WIB

 

Ilustrasi pedangan Cilok
Ilustrasi pedangan Cilok

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja bakal memperketat pengawasan terhadap kandungan gizi jajanan yang beredar di lingkungan sekolah.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kecukupan gizi anak-anak usia sekolah, sekaligus mencegah stunting sejak dini.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sukidi menjelaskan, pihaknya akan melakukan uji laboratorium terhadap kandungan gizi jajanan sekolah. Pemeriksaan dilakukan terhadap 16 jenis jajanan di 21 titik lokasi sekolah.

 Baca Juga: Kebumen United Angels Siap Pertahankan Trofi Juara Women Pro Futsal League 2025

“Ini sebagai upaya memastikan kecukupan gizi anak-anak usia sekolah. Sebab kebutuhan protein pada anak usia 6-12 tahun mencapai 40 hingga 55 gram,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (6/6/2025).

Namun faktanya,  saat ini justru beredar jajanan sekolah yang kandungan gizinya di bawah standar. Seperti, jajanan cilok yang ada di pasaran.

Dia menyebut bahwa dalam 100 gram cilok hanya mengandung 2,42 gram protein. Jumlah itu jauh lebih rendah dibandingkan nasi yang mengandung protein sebesar 3 gram.

 Baca Juga: Lakukan Penertiban! Sembilan Bangunan di Badan Sungai Pantai Drini akan Dirobohkan, Ini Alasannya

“Jajanan yang banyak dikonsumsi anak-anak juga akan dilakukan uji laboratorium kandungan, termasuk saus yang digunakan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyatakan, kecukupan gizi menjadi bagian penting dan tidak boleh terlewatkan selama masa pertumbuhan anak. Sebab gizi yang cukup mampu mencegah stunting.

Dia pun menyoroti masih banyaknya orang tua yang masih abai terhadap kecukupan gizi anak-anaknya. Misalnya hanya memberikan jajanan cilok sebagai makanan sehari-hari.

 Baca Juga: Kalian Wajib Tahu! Warga Padukuhan Pakel Tepus Gunungkidul Ini Gunakan Daun Jati untuk Bungkus Daging Kurban

Oleh karena itu, Hasto mendukung pengawasan jajanan yang dilakukan oleh DPP Kota Jogja.

Di sisi lain, dia juga mendorong agar para orang tua memperhatikan betul makanan yang dikonsumsi oleh anak-anaknya. 

Dibandingkan memberikan cilok, dia menilai banyak makanan selingan yang sejatinya bergizi seperti risoles yang mengandung karbohidrat, sayur, telur.

Kemudian arem-arem isi sayur dan daging, serta lemper isi abon yang mengandung protein hewani.

“Kalau ada anak-anak atau balita sering makan cilok tanpa asupan protein hewani, itu tidak bagus,” tegasnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bergizi #jajanan sekolah #hasto wardoyo #Kecukupan Gizi Anak #Stunting #Pemkot Jogja #diuji lab #makanan selingan