Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Napas Segar Industri Perhotelan DIY: Okupansi Libur Waisak Capai 75 Persen, PHRI: 'Oksigen Bagi Kami"

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 14 Mei 2025 | 04:29 WIB

TEMPAT SINGGAH: Sejumlah bangunan hotel yang berada di Jalan Pasar Kembang, Kota Jogja beberapa waktu lalu.
TEMPAT SINGGAH: Sejumlah bangunan hotel yang berada di Jalan Pasar Kembang, Kota Jogja beberapa waktu lalu.


JOGJA - Momentum libur panjang Waisak menjadi angin segar bagi industri perhotelan dan restoran di DIY.

Walaupun menurun dibanding tahun lalu, rata-rata okupansi hotel selama libur panjang tersebut mencapai 75 persen se-DIY.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Dedy Pranowo Eryono mengatakan, adanya kenaikan okupansi tersebut sebagai oksigen untuk memperpanjang nafas hingga Mei ini.

Sebab, pada bulan ini okupansi hotel belum ada tanda-tanda kenaikan secara signifikan.

"Jadi liburan ini cukup bagus sebagai oksigen kami. Namun itu  tidak bisa menutup kerugian pada Januari-Maret," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (13/5/2025).

Data tersebut dihimpun dalam periode 9-12 Mei. Puncaknya jatuh pada 10 dan 11 Mei. Penginapan di Kota dan Sleman hampir mencapai 100 persen.

"Kota dan Sleman okupansinya bisa mencapai 90 bahkan 100 persen," jelasnya.

Dibandingkan dengan libur panjang yang jatuh pada awal bulan lalu, okupansi lebih tinggi saat ini.

Namun apabila dibandingkan libur Waisak tahun lalu, angka tersebut tergolong menurun. "Menurun 10-20 persen, dulu kan sampai 90-95 persen," terangnya.

Baca Juga: Motor Diseruduk Gran Max, Kakak Beradik serta Keponakan Tewas di Ruas Jalan Karangbolong-Gombong

Selain itu, kunjungan wisatawan juga berasal dari rombongan study tour luar kota yang sebagian sudah mulai masuk sekolah.

Rombongan tersebut bukan dari pangsa pasar Jawa Barat dan daerah lain yang terdapat kebijakan larangan. Melainkan dari Jawa Timur, Bali, Lampung dan sebagainya.

"Larangan study tour jelas memengaruhi, tapi kami sudah lelah mengeluh saatnya cari pangsa pasar lain," tandasnya.

Baca Juga: Barusan Melatih Baris-berbaris, Kejari Kulon Progo Belum Terima Instruksi TNI Jaga Kejaksaan

Dalam membidik pangsa pasar, ia lebih menargetkan pada wisatawan keluarga. Bahkan, saat ini beberapa daerah yang melarang study tour, mulai banyak komite dan wali murid yang mengadakan piknik secara mandiri. Bukan melalui sekolah-sekolah.

"Jadi anak bersama orang tua, ada yang mengajak gurunya juga secara mandiri," tambahnya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#phri diy #okupansi hotel #napas segar #libur waisak