Backlog Perumahan di DIY Meningkat, DPD REI Soroti Penurunan Drastis Penjualan Properti
Gregorius Bramantyo• Selasa, 25 Maret 2025 | 05:15 WIB
Iluatrasi Perumahan
JOGJA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) DIY menyebut bahwa DIY masih menghadapi masalah backlog perumahan yang cukup besar.
Berdasarkan data terakhir, ada sekitar 15.150 unit rumah yang masih belum terwujud untuk memenuhi kebutuhan hunian di wilayah DIY.
Mengingat jumlah penduduk DIY yang diperkirakan sekitar tiga juta jiwa, angka backlog tersebut dinilai cukup signifikan jika dibandingkan dengan provinsi lainnya.
Menurutnya, hampir seluruh sektor usaha di DIY mengalami pelambatan.
Termasuk sektor properti. Hal itu membuat banyak pengusaha properti di DIY yang mulai mengencangkan ikat pinggang karena kondisi ini.
Ilham menilai, salah satu faktor utama yang menyebabkan pelambatan pasar properti ini adalah ketidakpastian ekonomi yang sedang terjadi di tingkat nasional dan regional.
Serta masalah terkait pencairan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang sangat diharapkan oleh pengembang dan masyarakat.
“Sampai sekarang Menteri PUPR belum menandatangani persetujuan untuk pencairan dana FLPP. Ini tentu berdampak karena dana tersebut belum bisa disalurkan ke bank pelaksana," katanya.
Meskipun menghadapi tantangan yang cukup berat, Ilham tetap optimistis dan berharap kondisi pasar properti akan membaik usai Lebaran 2025.