JOGJA – Jumlah dan persentase penduduk miskin di DIY turun dari tahun ke tahun. Bahkan penurunan persentase kemiskinan DIY paling tajam se-Jawa selama 10 tahun terakhir. Namun, Pemprov DIY memiliki target untuk menurunkan angka kemiskinan ini.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov DIY Tri Saktiyana menyebut, garis kemiskinan DIY pada September 2024 sebesar Rp 613.370 per kapita per bulan. Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga 4,32 orang. Maka per rumah tangga setara Rp 2.649.758.
Jumlah tersebut adalah pengeluaran untuk makanan dan non-makanan, bukan pendapatan. Sehingga bila pendapatan lebih namun ditabung, sementara pengeluaran tidak sampai garis di atas, maka dianggap miskin. Aset yang dimiliki juga tidak dihitung seperti rumah, sawah, ternak, kendaraan dan lainnya. "Target (tahun ini, Red) 10,16 persen," ucapnya.
Upaya menekan kemiskinan akan dilakukan dengan tiga hal. Di antaranya validasi data kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan pengurangan beban keluarga miskin. Menurutnya, upaya ini diwujudkan melalui berbagai program lintas sektor, lintas jenjang pemerintahan. "Yang paling penting adalah memberdayakan potensi masyarakat dan keluarga," ujar Saktiyana.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat tingkat kemiskinan DIY pada September 2024 sebesar 10,40 persen. Turun 0,43 poin persen dibandingkan Maret 2024, yang saat itu tingkat kemiskinan DIY mencapai 10,83 persen.
Dengan data tersebut, tercatat jumlah penduduk miskin di DIY pada September 2024 mencapai 430,47 orang. Mengalami penurunan 15,1 ribu orang dibandingkan Maret 2024.
Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengatakan, jumlah ini menjadi angka kemiskinan terendah di DIY selama enam tahun terakhir. Bahkan dibandingkan pada saat sebelum pandemi Covid-19. “Dibandingkan dengan sebelum pandemi yaitu September 2019 dengan posisi kemiskinan (pada saat itu, Red) sebesar 11,49 persen,” jelasnya. (tyo/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita