JOGJA - Meningkatnya pergerakan manusia dari kunjungan wisatawan menjadi perhatian legislatif.
Komisi D DPRD Kota Jogja meminta agar pemerintah kota (pemkot) memperhatikan akses pelayanan kesehatan bagi wisatawan.
Termasuk menyiapkan langkah penanganan kasus darurat.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Yogo Prasetyo Pri Hutomo mengatakan, sebagai kota pariwisata tentu Kota Jogja akan menjadi jujugan wisatawan dari berbagai daerah.
Terlebih pada saat musim libur panjang natal dan tahun baru (nataru) seperti sekarang.
Tomo sapaannya menekankan, pelayanan kesehatan bagi wisatawan harus menjadi perhatian Pemkot Jogja.
Sebab tidak menutup kemungkinan, ada wisatawan yang membutuhkan penanganan kesehatan ketika sedang berada di destinasi wisata.
“Bahkan, harus menjadi perhatian juga soal penanganan kasus-kasus darurat. Pemkot harus menyiapkan langkah penanganannya,” ujar Tomo, Rabu (25/12/2024).
Politikus Partai Golkar ini mengapresiasi langkah pemkot melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja yang sudah menyediakan alat kejut jantung portable atau Automated External Defibrillator (AED).
Khususnya pada lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi wisatawan.
Dia menilai, alat tersebut akan sangat berguna apabila ada wisatawan yang mengalami serangan jantung.
Namun lebih dari itu, Tomo berharap, kesiapan peralatan tersebut harus bisa dibarengi dengan tenaga kesehatan yang selalu siaga. Sehingga ketika ada kasus kedaruratan, bisa segera dilakukan penanganan. Lalu nyawa masyarakat atau wisatawan bisa terselamatkan.
Tomo pun mengingatkan, jika jumlah wisatawan pada kawasan destinasi wisata cukup besar. Maka Dinkes Kota Jogja perlu menambah jumlah tenaga kesehatan atau relawan. Itu agar penanganan atau pelayanan kepada wisatawan bisa optimal.
“Jika kondisi sedang ramai wisatawan, tentu kami mendorong agar jumlah relawan atau peralatan bisa ditambah,” tegas Tomo.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menyampaikan, selama masa libur nataru pihaknya menyiagakan AED. Kehadiran alat kejut jantung portable itu sebagai sarana pertolongan pertama kepada wisatawan jika mengalami serangan jantung. Sebab, serangan jantung dapat ditangani jika upaya penanganannya dilakukan segera.
Emma membeberkan, alat kejut jantung portable itu ditempatkan pada tiga titik kawasan Malioboro yang menjadi penumpukan wisatawan. Misalnya untuk sisi utara di Teras Malioboro 2, lalu di kawasan tengah ada di Plaza Malioboro, sementara untuk sisi selatan ditempatkan di Teras Malioboro 1.
Dia menjelaskan, AED berfungsi menganalisa irama jantung secara otomatis. Lalu kemudian memberikan sengatan listrik melalui dada ke jantung untuk mengembalikan irama jantung jika diperlukan. Dalam hal penggunaan alat tersebut, petugas Public Service Center (PSC) 119 Yogya Emergency Service (YES) sudah melakukan pelatihan kepada relawan.
“Alat ini digunakan sebagai pertolongan pertama bagi seseorang yang mengalami henti jantung mendadak,” terang Emma. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin