Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hati-Hati, selama Libur Nataru Ada 43 Kapanewon dan 14 Kemantren di DIY Rawan Bencana Hidrometeorologi

Iwan Nurwanto • Kamis, 19 Desember 2024 | 10:30 WIB
Baru memasuki musim penghujan, beberapa daerah di DIJ pekan lalu sudah diterpa bencana hidrometeorologi seperti puting beliung
Baru memasuki musim penghujan, beberapa daerah di DIJ pekan lalu sudah diterpa bencana hidrometeorologi seperti puting beliung

 

JOGJA - Masyarakat maupun wisatawan yang berwisata ke DIJ selama libur natal dan tahun baru (nataru) wajib meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengungkap ada 43 kapanewon dan 14 kemantren yang rawan bencana hidrometeorologi.

 

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakata Warjono mengatakan, saat ini wilayah DIJ sudah memasuki musim penghujan. Selama periode itu terpantau adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia sebelah barat daya Jawa. 

Kondisi itu, membentuk wilayah pertemuan angin (konvergensi) di sebagian besar wilayah Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara termasuk wilayah DIJ. Di samping itu, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) juga berkontribusi pada aktivitas pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Jawa.

 Baca Juga: Kerap Digenangi Air, Drainase Alun-Alun Wonosari Diperbaiki, Akan Menghabiskan Waktu Tiga Minggu

Warjono melanjutkan, peningkatan curah hujan beberapa waktu kedepan juga dipengaruhi oleh naiknya suhu permukaan air laut di sekitar perairan Jawa. Sebab berpotensi menambah massa uap air dan dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan hujan.

“Karena rawan terjadi bencana  hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” ujar Warjono dalam keterangannya, Rabu (18/12).

 

BMKG Jogjakarta menghimbau agar masyarakat dan instansi terkait bisa lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Khususnya berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

 Baca Juga: Dinas PUPESDM DIY Masih Lakukan Kajian Perbaikan Jalan Sentolo-Nanggulan yang Ambles karena Longsor, Harapkan Selesai Sebelum Mudik Lebaran

Sementara itu Pemkot Jogja juga telah mengeluarkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlangsung dari 1 hingga 31 Desember 2024 mendatang. Selain itu, pemkot juga meminta agar masyarakat bersiap menghadapi cuaca ekstrim hingga awal tahun 2025 mendatang.

 

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jogja Aki Lukman Nor Hakim menyampaikan, daerah rawan bencana di Kota Jogja mayoritas berada di kawasan bantaran sungai. Sampai saat ini ada sebanyak 4.018 KK di Kota Jogja yang terdampak dan rawan terkena bencana banjir dari luapan sungai. “Data tersebut sejak tahun 2021-2024,” terang Aki. (inu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#nataru #Yogyakarta #kapanewon #Kemantren #BMKG