RADAR JOGJA - Bullying atau perundungan di lingkungan sekolah terus menjadi perhatian Pemkot Jogja. Upaya pencegahan juga secara intensif dilakukan. Salah satunya dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Pengelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Kota Jogja Era Ambarningsih mengatakan, upaya untuk mencegah tindak perundungan salah satunya dilakukan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Pintar.
Program itu berupa sosialisasi dan edukasi tentang perundungan anak yang dilakukan di sekolah-sekolah.“Untuk tahun ini frekuensinya di sekolah dulu. Nanti akan dilakukan di wilayah dan tahun depan di rumah ibadah,” ujar Era, Senin (2/9/2024).
Menurutnya, tindak perundungan di sekolah lingkungan memang harus terus dilakukan pencegahan. Sebab dampak buruk dari hal tersebut beragam.Di antaranya menimbulkan gangguan emosi, masalah mental, hingga penurunan prestasi siswa.
Selain itu dapat membuat anak sakit hati dan terpuruk. Sehingga melalui Puspaga harapannya perundungan dapat tidak terjadi.Akan ada 10 sekolah yang akan diberikan edukasi dan sosialisasi mengenai perundungan anak. “Mulai 29 Agustus hingga 17 September,” beber Era.
Sebagai informasi SMP Negeri 16 Kota Jogja merupakan salah sekolah yang menjadi sasaran program Puspaga Pintar.Kegiatan sosialisasi dan edukasi perundungan dilakukan DP3AP2KB pada Kamis (29/8/2024).
Guru Kesiswaan SMP Negeri 16 Kota Jogja Karsono berharap, adanya Puspaga dapat meningkatkan kepedulian para siswa terhadap pencegahan perundungan di sekolah. Sekaligus agar siswa patuh terhadap berbagai peraturan yang sudah ditetapkan di lingkungan sekolah.“Kegiatan ini diikuti sekitar 40 siswa dari kelas 7,8, dan 9,” katanya. (inu/din)