Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berkat Event Seni dan Study Tour, Tingkat Okupansi Hotel di DIJ Kembali Meningkat

Gregorius Bramantyo • Senin, 1 Juli 2024 | 14:00 WIB
Dampak event yang bisa berjalan kontinyu seperti Artjog membuat pelaku dan peminat seni bisa merencanakan perjalanannya ke Jogja setiap tahun dengan lebih siap. (Guntur aga tirtana/radar jogja)
Dampak event yang bisa berjalan kontinyu seperti Artjog membuat pelaku dan peminat seni bisa merencanakan perjalanannya ke Jogja setiap tahun dengan lebih siap. (Guntur aga tirtana/radar jogja)

RADAR JOGJA – Banyaknya event serta berbarengan dengan liburan sekolah di akhir Juni 2024 mendongkrak reservasi hotel di Jogja. Sejumlah event seperti Artjog membuat reservasi hotel di akhir Juni meningkat.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ mencatat reservasi hotel di akhir Juni berada di angka 85 persen. Sementara di ring satu di sekitar Malioboro, tingkat reservasi hampir 100 persen.

Ketua PHRI DIJ Deddy Pranowo Eryono mengatakan, event semacam Artjog banyak dikunjungi turis, sehingga tamu mancanegara yang datang tinggi. Kalangan pelaku wisata menyambut antusias gelaran seni tersebut yang dinilai konsisten dan terus menghadirkan warna baru bagi pecinta seni itu.

Dampak event yang bisa berjalan kontinyu seperti Artjog membuat pelaku dan peminat seni bisa merencanakan perjalanannya ke Jogja setiap tahun dengan lebih siap. “Artjog itu konsisten dan menjadi daya tarik bagi para pelaku dan pecinta seni, dari dalam negeri dan juga mancanegara," ujarnya, Minggu (30/6).

PHRI DIJ mencatat dalam lima tahun terakhir ada 10 hotel di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman yang bekerja sama dengan penyelenggara Artjog untuk menyediakan akomodasi. Bagi wisatawan pelaku dan pecinta seni yang ingin menyaksikan event tersebut. Hal ini otomatis membuat okupansi hotel saat adanya event Artjog menjadi ikut terdongkrak. “Apalagi event itu berlangsung cukup lama," kata Deddy.

Menurutnya, Artjog yang konsisten diselenggarakan menjadi salah satu wujud berjalannya Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) sebagai nyawa di sektor wisata. Berbeda dengan event-event yang sifatnya musiman atau tidak kontinyu. Di mana sulit memberi dampak signifikan pada sektor wisata. “Penyelenggaraan event bisa menyumbang 30 sampai 40 persen dari total okupansi perhotelan, sehingga peran event sangat berpengaruh,” jelas Deddy.

Selain disebabkan banyaknya event di akhir Juni, peningkatan reservasi juga didorong oleh musim liburan sekolah. DIY sendiri menjadi salah satu daerah tujuan study tour. Namun larangan study tour, kata Deddy, cukup berdampak pada okupansi di bulan Juni 2024. “Tapi di akhir bulan sudah meningkat lagi, khususnya dari sekolah-sekolah swasta. Sudah pada berani keluar dengan catatan transportasi dan izin lengkap dan driver teruji tersertifikasi," ujarnya.

Sedang Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIJ Bobby Ardiyanto meminta seluruh pelaku industri sektor pariwisata di DIJ berkolaborasi untuk menjadi contoh dalam penerapan pariwisata yang aman. Implementasi pariwisata aman dan bertanggung jawab menjadi program prioritas GIPI DIJ yang telah disosialisasikan kepada seluruh anggotanya. Mulai dari unsur pengelola destinasi, biro perjalanan wisata, hingga perhotelan di DIJ."Destinasi wisata yang bertanggung jawab harus terimplementasi di DIY dan sisi keamanan menjadi nomor satu," kata. (tyo/pra)

Editor : Satria Pradika
#ArtJog #event #PHRI DIJ