Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Libur Idul Adha Belum Dongkrak Reservasi Hotel, Berbeda Tipe Libur, Okupansi Baru Mencapai 45 Persen

Gregorius Bramantyo • Senin, 17 Juni 2024 | 02:13 WIB
Ilustrasi okupansi hotel
Ilustrasi okupansi hotel

RADAR JOGJA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ mencatat reservasi hotel selama libur Idul Adha 2024 periode 16-18 Juni baru mencapai 45 persen. Jumlah itu lebih rendah dibanding libur Waisak pada Mei lalu.

Ketua PHRI DIJ Deddy Pranowo Eryono mengatakan, okupansi hotel pada Juni akan lebih rendah sekitar lima hingga delapan persen dari bulan sebelumnya. Menurutnya, momen libur sekolah belum signifikan untuk mendongkrak reservasi karena bersamaan dengan momen Idul Adha.

Meskipun reservasi pada libur Idul Adha relatif rendah, Deddy optimistis reservasi saat liburan sekolah akan meningkat. Untuk reservasi sepanjang Juni 2024, PHRI DIJ mencatat sekitar 80 persen.“Targetnya 90 persen untuk Juni. Kami optimistis itu bisa tercapai. Saat libur sekolah nanti reservasi meningkat yang didominasi oleh kalangan keluarga,” ujarnya, kemarin (16/6).

Deddy menjelaskan, pada libur Idul Adha ini, banyak yang merayakan secara masing-masing. Lalu sebagian juga sibuk dengan mencari sekolah baru untuk jenjang yang lebih tinggi. Ditambah lagi larangan study tour yang mengakibatkan beberapa rencana perjalanan ditunda bahkan dibatalkan. “Dampak larangan study tour keluar daerah di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Tengah, banyak yang menunda bahkan di-cancel," ungkapnya.

Meski begitu, dia optimistis okupansi pada libur Idul Adha tahun ini bisa mencapai 60 persen seperti 2023 lalu. Menurutnya, mayoritas wisatawan memilih melakukan pemesanan kamar secara langsung setelah tiba di hotel dibandingkan melakukan reservasi. Sebab kunjungan wisatawan memang mendadak. “Mayoritas masih banyak yang go show, langsung datang ke hotel,” jelas Deddy.

Untuk itu, dia mengimbau wisatawan untuk melakukan reservasi terlebih dulu. Setidaknya satu hari sebelumnya. “Kami khawatir kalau mereka tidak dapat hotel yang diinginkan, lalu malah muter-muter sehingga menambah kepadatan lalu lintas,” imbuhnya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIJ Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan, libur panjang Idul Adha pada pertengahan Juni ini akan mendongkrak peningkatan kunjungan wisatawan. Namun diperkirakan tidak setinggi saat libur panjang Waisak lalu.

Hal ini karena tipikal liburan Idul Adha yang berbeda. Sebagian besar masyarakat sibuk di daerahnya masing-masing untuk berkurban. Kemudian adanya larangan study tour juga mempengaruhi kunjungan. “Kemungkinan wisatawan didominasi dari kalangan keluarga dan FIT (Free & Independent Traveler),” katanya. (tyo/din)

Editor : Satria Pradika
#Idul Adha 2024 #Hotel #okupansi