Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Target TPS 3R Nitikan Terpenuhi Bisa Mengolah Sampah 75 Ton per Hari, Begini Proses Pengolahannya

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 17 Mei 2024 | 02:40 WIB

 

ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA


RADAR JOGJA - Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) Nitikan yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif Refused Derived Fuel (RDF) telah memenuhi target yaitu mengolah sebanyak 75 ton sampah per hari. Terdapat dua jenis mesin di TPS 3R Nitikan yaitu mesin gibrig dan modul mesin RDF yang menghasilkan kripik sampah atau RDF.


Skema pengolahan sampah di TPS 3R Nitikan diawali dengan proses pembongkaran dengan mesin conveyor belt. Selanjutnya, para petugas memilah sampah organik dan non organik. Sampah nonorganik tersebut nantinya akan dimasukan ke mesin penggilingan untuk dicacah menjadi RDF.

"Mesin gibrig untuk memilah sampah organik dari sampah anorganik dan hasilnya bisa langsung digunakan sebagai pupuk," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko, Rabu (16/5).


Sampah-sampah yang berasal dari depo maupun TPS sebelum diproses akan dilakukan penimbangan dan pencatatan. Dalam proses pemilahan, sampah organik yang relatif berar akan dibawa mesin conveyor ke area organik. "Dipilah diambil barang-barang (sampah) yang tidak bisa masuk ke mesin misalnya karet,kain, besi, dan kayu-kayu besar,” tuturnya.


Menurutnya, TPS 3R Nitikan telah sesuai target yaitu mampu mebgolah sampah sebanyak 75 ton per hari. Dari sampah itu yang langsung bisa diolah menjadi RDF sekitar 35 ton dan sekitar 20 ton membutuhkan proses pengeringan dulu, serta sisanya adalah residu.

Ada sekitar 165 orang yang bertugas di TPS 3R Nitikan yang terbagi dalam dua sif dari pukul 06.00-18.00.“Lokasi ini (TPS 3R) ini kita maksimalkan untuk pengolahan sampah yang istilahnya sampah baru. Kalau sampah lama berhari-hari itu sudah berbau dan itu yang dikerjasamakan dengan swasta,” paparnya.


Untuk memudahkan dan mempercepat pengolahan sampah, Haryoko mengimbau masyarakat untuk tetap rajin memilah sampah. Sampah-sampah anorganik dibawa ke bank sampah dan sampah anorganik diolah dengan biopori atau lainnya, sehingga sampah yang dibawa ke depo adalah sampah residu seperti popok, pembalut, dan kemasan yang tidak laku di bank sampah.

“Kalau masyarakat sudah memilah dan yang dibuang hanya residu itu akan memudahkan kami untuk mengolah menjadi RDF,” imbuhnya.


Salah satu petugas di TPS 3R Nitikan Saryanto mengakui tantangan terberat dalam mengolah sampah adalah bau sampah. Terutama saat membongkar sampah yang kebanyakan masih bercampur antara sampah organik dan anorganik.

Ia berharap masyarakat bisa melakukan pemilihan untuk mempercepat proses pengolahan sampah.”Harapannya ke masyarakat (sampah) harus dipilah dari rumah tangga. Kalau sudah di sini (sudah dipilah) bisa plastik nanti bisa langsung dibuat dicacah digiling,” jelasnya. (oso/din)



Editor : Satria Pradika
#Refused Derived Fuel #kripik sampah #mengolah sampah #TPS3R Nitikan #bahan bakar #Sampah #RDF #DLH