Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sampah di Kota Jogja Terus Bertambah, Target Pembangunan TPS3R Kranon Selesai Mei, Karangmiri Juni

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 19 April 2024 | 15:05 WIB

 

BIKIN BAU: Tumpukan sampah di Depo Stasiun Lempuyangan Jogja.
BIKIN BAU: Tumpukan sampah di Depo Stasiun Lempuyangan Jogja.

 

RADAR JOGJA - Dua tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) yaitu Kranon dan Karangmiri masih terus berjalan progres pembangunanya. Sesuai kontrak, target penyelesaian bulan Mei dan Juni 2024.


"Kalau proyek pembangunan Kranon sudah tahap plester landasan hanggar," ujar Ketua Tim Kerja Penanganan Persampahan DLH Kota Jogja Mareta Hexa Sevana kemarin (18/4).


Sejalan pembangunan TPS3R Kranon, di Karangmiri juga masih terus berlanjut proses pembanguna. Proses di Karangmiri hingga saat ini dalam tahap pemasangan tiang-tiang untuk struktur lantai dua atau mezanin. "Kalau proses plesternya di Krangmiri sudah selesai," tuturnya.


TPS3R Nitikan juga telah beroperasi. Saat ini sedang dalam tahap uji coba optimalisasi mesin pengolah. Ia mengatakan, target selesai pembangunan TPS3R itu sesuai engan kontrak yang telah disepakati. "Insya Allah sesuai kontrak, Kranon kelar akhir Mei dan Karangmiri selesai pertengahan Juni," jelasnya.


Disinggung produksi sampah di Kota Jogja selama libur Lebaran, pihaknya menyampaikan masih menunggu data dari hasil rapat rekonsiliasi timbangan. Biasanya rapat diselenggarakan di minggu pertama bulan depan.


"Nanti akan diatur waktu pengambilannya (tumpukan sampah di beberapa tempat) disesuaikan dengan kemampuan mesin pengolah kami yang di Nitikan," bebernya.


Mareta menilai dikarenakan baru tersedia satu loaksi pengolahan, jadi pengangkutan sampah liar sedikit terhambat. Ia memperkirakan jika ketiga TPS3R sudah bisa dioperasinalkan, maka lebih bisa tertata dan lebih banyak sampah yang bisa terolah.


"Karena kalau mesin-mesin kita paksa harus mengolah semua di waktu yang bersamaan, pasti akan risiko jebol di mesinnya," tandasnya.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo memberikan imbauan kepada warga untuk mengurangi sampah yang ditimbulkan dengan cara memilah sampah. Gerakan zero sampah anorganik dan Mbah Dirjo juga terus digalakkan di lingkungan rumah masing-masing.


"Jadi jumlah yang dikirim ke depo/TPS dan yang harus diolah di fasilitas TPS3R sudah benar-benar terminimalisir dan tidak tercampur oleh bahan bahan yang akan menghambat kinerja mesin," ujarnya. (oso/laz)

Editor : Satria Pradika
#Depo Stasiun Lempuyangan Jogja #Pengolahan Sampah #TPS3R Kranon