JOGJA - Ratusan masyarakat lintas usia berbondong-bondong dan antusias menikmati gelaran kesenian Barongsai yang dilangsungkan di Jogja Nasional Museum (JNM) Bloc dalam rangka perayaan hari Imlek.
Direktur operasional JNM Bloc Hanafi Herlangga mengatakan, secara umum JNM Bloc hampir selalu membuat agenda dalam perayaan Imlek setiap tahunnya.
Namun, ini baru kali pertama pihaknya menghadirkan kesenian barongsai.
"Ini pertama kali JNM Bloc menghadirkan Barongsai, spiritnya untuk akulturasi budaya dan menyemarakkan Imlek itu sendiri," katanya pada Radar Jogja, Sabtu (10/2).
Ia mengaku senang dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat. Itu baik mereka yang sudah datang di JNM Bloc sebelum acara berlangsung atau masyarakat sekitar yang secara dadakan hadir.
"Senang ya dengan antusiasme pengunjung yang tinggi, apalagi anak-anak ini juga banyak yang suka," ungkapnya.
Dalam momentum Imlek sendiri, Hanafi menuturkan, JNM Bloc menghadirkan beberapa acara meliputi parade Barongsai, melukis pot ala Mandarin, baca tarot tahun naga kayu, hingga pertunjukan musik.
Sebagai ruang kolektif, Hanafi menyampaikan, JNM Bloc secara konsep memang ingin mewadahi berbagai acara dari semua pihak baik dari individu ataupun para komunitas.
"Spirit JNM Bloc adalah jadi ruang kolektif dan kreatif bagi semua, dan ini jadi salah satu contoh dari konsep tersebut," tuturnya.
Dalam prosesnya, tim barongsai dari Isakuiki Jogja tersebut menghadirkan tiga barongsai yang tampil sebanyak dua kali. Masing-masing durasi sekitar setengah jam.
Salah seorang pengunjung, Fitria Larasati memaparkan, ini kali pertamanya menyaksikan kesenian barongsai secara langsung.
"Baru pertama ini nonton, ternyata seru, walaupun tadi agak takut juga sama barongsainya," ujarnya.
Fitria mengaku, pengalaman pertamanya tersebut cukup menarik.
Sebab, menurutnya, barongsai tidak selalu ada setiap saat dan hanya akan tampil di momentum-momentum tertentu.
"Ini cukup menarik, ya. Apalagi, sepertinya barongsai hanya tampil di momen tertentu kan," sambung mahasiswi perantau asal Lampung tersebut.
Penuturan lain datang dari Herman Abdillah. Ia sengaja datang membawa anaknya untuk mengenalkan kesenian barongsai pada sang anak.
Ia turut senang karena sang anak benar-benar menikmati secara antusias.
"Niatnya ngajak anak ke sini, dan ternyata dia seneng, gak takut juga tadi pas ngasih angpao ke BBerlimpbarongsainya," bebernya.
Herman juga mengapresiasi JNM Bloc yang telah menghadirkan kesenian Barongsai tersebut karena bisa jadi pengenalan budaya baru pada banyak orang.
"Bagus, ya, JNM menampilkan barongsai ini, karena banyak yang belum pernah nonton juga sepertinya," tandasnya (iza).
Editor : Amin Surachmad