Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lebih Bahaya dari Nuklir, Haedar Nashir Minta Capres dan Cawapres Komitmen Isu Perubahan Iklim

Wulan Yanuarwati • Sabtu, 18 November 2023 | 01:56 WIB
KEHIDUPAN: Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
KEHIDUPAN: Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

 

JOGJA - Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir mendesak tiga bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) menaruh perhatian serius pada isu perubahan iklim. Sebab, hal itu menyangkut masa depan semesta dan kehidupan manusia.

Hal ini disampaikan pada Forum Global untuk Gerakan Iklim atau Global Forum for Climate Movement yang diinisiasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

"Muhammadiyah memerlukan kekuatan bersama yang lintas agama, lintas kelompok, lintas golongan. Bahkan harus menjadi komitmen capres-cawapres, termasuk caleg dalam gerakan climate movement agar terbangun kesadaran kolektif menyelamatkan lingkungan," ujarnya, Jumat (17/11/2023).

Haedar menilai isu lingkungan masih belum menjadi perhatian khusus. Padahal permasalahan ini sangat kompleks dan menyangkut banyak kepentingan mulai dari ekonomi, politik dan sosial. Bahkan dia menyebut ekpoitasi terhadap lingkungan lebih berbahaya dari bom nuklir.

"Para capres cawapres itu juga harus memiliki kesadaran kosmologis. Kesadaran kosmologis bahwa politik, ekonomi, budaya dan kehidupan bernegara itu tam akan lepas dari ekosistem di mana kita hidup dan pencipta kehidupan, yakni Tuhan," ujarnya.

Maka, Muhammadiyah dalam forum global ini menegaskan komitmen dalam menyuarakan perspektif Islam dalam menyelesaikan persoalan perubahan iklim. Termasuk upaya yang harus dilakukan untuk menanggulangi secara preventif.

Haedar menyebut, Muhammadiyah dalam dua dekade terakhir sudah memiliki perhatian khusus terhadap isu lingkungan.

Sekaligus melakukan gerakan lingkungan hidup dan persoalan ekosistem yang menjadi masalah besar di ranah global, termasuk perhatian terakhir ialah perubahan iklim.

"Karena itu kita hari ini melakukan ikhiltiar untuk pertemuan di tingkat global membahas bukan hanya persoalan mengenai perubahan iklim tapi gerakan mengatasi perubahan iklim," ujarnya.

"Perubahan iklim dengan segala dampak ekositemnya jauh lebih berbahaya ketimbang bom nuklir sekalipun bahkan disebutkan kondisi kehidupan akan mengalami kematian menyerupai kiamat," lanjutnya.

Perubahan iklim juga membawa dampak kepada kematian dan kiamat ekosistem. Dan sistem kehidupan sosial ekonomi politik budaya secara metaforis.

Menurutnya, kondisi ini akan memberi dampak pada apa yang disebut oleh sekjen PBB sebagai pertaruhan peradaban masa depan bagi manusia.

"Tentu masalah ini bukan sekadar peristiwa yang terjadi tiba-tiba tapi karena ada sebab yang terjadi di mana campur tangan manusia dan perilaku manusia secara kolektif," imbuhnya.

Dia menjelaskan siapa saja yang merusak alam sama halnya menghancurkan kehidupan. Sebab, membuka ruang kiamat yang menghancurkan lingkungan.

Maka, agama hadir sebagai sebuah solusi yang sudah ada sejak dahulu namun kurang mendapatkan perhatian.

"Kerangka berpikir seperti ini hanya ada pada agama, hanya ada pada manusia dan bangsa ber-Tuhan, apa pun agamanya dan perpektif ke-Tuhan-annya," imbuhnya. (lan)

Editor : Amin Surachmad
#Perubahan Iklim #Haedar Nashir #capres #Muhammadiyah #cawapres