Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasang Hidran Kering, Cara Damkarmat Jogja Jangkau Objek Kebakaran di Tengah Kampung

Annissa Alfi Karin • Senin, 18 September 2023 | 22:15 WIB
BASAH: Relawan dibantu personel Damkarmat Kota Jogja semprotkan air saat uji coba hidran kering di Kampung Karanganyar, Brontokusuman, Mergangsan, Jogja, Senin (18/9). (GUNTUR AGA TIRTANA/Radar Jogja)
BASAH: Relawan dibantu personel Damkarmat Kota Jogja semprotkan air saat uji coba hidran kering di Kampung Karanganyar, Brontokusuman, Mergangsan, Jogja, Senin (18/9). (GUNTUR AGA TIRTANA/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja menguji hidran kering yang berada di Kampung Karanganyar, Kelurahan Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, Jogj, Senin (18/9).

Hidran kering ini menjadi alat pemadam kebakaran yang diletakkan di tengah perkampungan padat penduduk dengan memanfaatkan jaringan bawah tanah. Ini bisa difungsikan secara mandiri oleh masyarakat. Sembari menunggu petugas damkar masuk dan menjangkau objek kebakaran di tengah kampung.

Plt Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Octo Noor Arafat menyebut hidran kering di Kampung Karanganyar ini merupakan pengadaan ke-18 dari 22 DED hidran kering yang sudah disusun. Masing-masing kampung memiliki 14 box hidran dan 3 siammese connection.

"Siammese connection ini merupakan satu perangkat yang kita tempatkan di pinggir jalan. Sehingga ketika terjadi bahaya kebakaran, mobil pemadam akan memasukkan air dari siammese connection itu untuk kemudian terhubung pada 14 box hidran dan mengarah nanti pada titik-titik yang terjadi kebakaran," ujarnya saat ditemui di Kampung Karanganyar, Senin (18/9).

Dia menyebut keberadaan hidran kering di tengah kampung terbilang penting. Ini karena petugas Damkarmat kerap kali kesulitan menjangkau objek kebakaran yang terlalu masuk dan jauh dari jalan utama.

"Harapan kita ini bisa meminimalisasi bahaya kebakaran yang lebih besar dengan hidran kering kampung. Masyarakat juga kita berdayakan untuk nanti bisa memanfaatkan jika nanti terjadi bahaya kebakaran," katanya.

Octo menuturkan, hidran kering terbukti efektif mencegah dampak kebakaran di tengah kampung yang lebih luas lagi. Misalnya, peristiwa kebakaran yang pernah terjadi di Kemantren Gedongtengen.

Jarak objek kebakaran saat itu terlalu masuk ke dalam kampung hingga petugas Damkarmat kesulitan untuk menjangkaunya. Petugas lantas memasok air melalui siammese connection.

Hasilnya, warga bisa melakukan pemadaman sementara secara mandiri sambil menunggu kedatangan petugas.

 

"Ini bisa lebih meringankan pekerjaan teman-teman sehingga akses, pergerakan kita relatif terbantu," tambahnya.

Selain menyiapkan fasilitas hidran kering, Dinas Damkarmat Kota Jogja juga memberikan pelatihan. Ditunjukan bagi masyarakat berbasis kemantren hingga relawan pemadam kebakaran (redkar) di 616 RW se-Kota Jogja.

"Relawan kebakaran kita latih bukan hanya kaitan edukasi pencegahan kebakaran, tapi juga kita latih bagaimana mereka memanfaatkan peralatan sekaligus menyiagakan peralatan yang ada di wilayah kampung masing-masing," ujar Octo.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kelurahan Brontokusuman Reno Sri Rahadi menyebut hingga saat ini bencana kebakaran belum pernah terjadi di Kampung Karanganyar.

Dia memastikan Kampung Karanganyar telah memiliki relawan pemadam kebakaran. Relawan juga telah dilatih untuk mengatasi kondisi kebakaran.

"Di Kampung Karanganyar sudah ada redcard, KTB (kampung tangguh bencana) dan sebagainya yang sudah sangat terlatih mengantisipasi bahaya kebakaran maupun bencana yang lain," ungkapnya. (isa)

Editor : Amin Surachmad
#Kota Jogja #radar jogja #Damkarmat #bahaya kebakaran