Pria 46 tahun yang akrab disapa Mas Win itu mengatakan, chiropractic secara umum merupakan salah satu teknik pijat. Bertujuan untuk menempatkan kembali persendian tulang, agar sesuai dengan posisinya. Sehingga saat seseorang dipijat dengan teknik tersebut, akan terdengar suara khas berupa kretek-kretek. Lantaran ada posisi tulang yang digeser, agar benar penempatannya.
Beberapa waktu terakhir ini, chiropractic memang cukup ngetren di Indonesia. Sebab, banyak bertebaran video-video di medsos yang mempertontonkan teknik pijat tersebut. Bahkan pengguna jasa chiropractic tak sedikit pula yang merupakan kalangan artis maupun public figure nasional.
Adanya tren tersebut, menurut Win, ternyata cukup berdampak pada jumlah konsumen pengguna jasanya. Bahkan dalam sebulan ada ratusan orang yang datang ke panti pijat miliknya untuk mencoba teknik chiropractic tersebut. Biasanya, para konsumen meminta untuk dipijat sebagai pengusir lelah tubuh. Atau untuk mengobati cedera setelah berolahraga. "Sebelum viral mungkin sehari saya cuma bisa melayani satu sampai dua orang. Namun setelah cukup dikenal, pengguna chiropractic meningkat pesat. Sehari bisa empat orang," ujar Win saat ditemui Radar Jogja di rumahnya kemarin (4/11).
Walaupun chiropractic terlihat sederhana, Win menyebut teknik tersebut tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Sebab jika dilakukan tanpa memahami anatomi tubuh, chiropractic justru bisa berbahaya. Karena bisa membuat cedera saraf, yang bisa mengakibatkan lumpuh atau bahkan meninggal dunia. "Sebelum menerapkan teknik pijat chiropractic memang harus mengetahui dulu tentang letak-letak saraf. Supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," bebernya.
Karena hal itu, dalam menggunakan teknik pijat chiropractic itu, dia pun juga harus mempelajari tentang teknik-teknik pijat lainnya. Win sendiri mengkombinasikan chiropractic dengan akupuntur. Tujuannya agar tubuh yang akan dipijat bisa rileks terlebih dahulu. Sebelum nantinya dilakukan pijat chiropractic. (inu/eno) Editor : Editor Content