“Kesetiakawanan sosial dalam kurun waktu dua tahun ini diwujudkan dengan cara yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi hal tersebut tidak mengurangi esensi dari nilai kesetiakawanan,” ujar Kepala Dinas Sosial DIJ Endang Patmintarsih saat memberikan laporan dalam acara yang berlangsung di Ballroom Malioboro Hotel New Saphir Jogjakarta, Selasa (14/12).
Endang menambahkan hal itu mendorong tumbuhnya sikap dan tindakan saling peduli. Berbagi yang dilandasi kerelaan, kesetiaan, kebersamaan dan toleransi.
“ Tidak diskriminasi terutama di masa pandemi Covid-19,” tegasnya.
Dikatakan, 20 Desember diperingati sebagai Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) menjadi momentum masyarakat Indonesia untuk bangkit. Pembatasan jarak bukan menjadi sekat berkarya. Mematuhi protokol kesehatan menjadi perisai untuk tetap kuat dan saling menjaga.
“Kesetiakawanan menjadi pilar wujudkan Indonesia Sejahtera,” kata Endang.
Adapun tujuan diadakannya acara itu dalam rangka mewujudkan tata kehidupan dan penghidupan masyarakat yang dilandasi oleh kesetiakawanan sosial. Simfoni Kesetiakawanan Sosial dalam rangka peringatan HKSN 2021 menghadirkan tiga orang narasumber.
Pertama, Wakil Gubernur DIJ Paku Alam X dengan materi Perkokoh Solidaritas Untuk Kemajuan Bangsa. Kedua, unsur tokoh publik diwakili KPH Notonegoro dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan materi Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Bingkai Kesetiakawanan Sosial. Ketiga, unsur akademisi dan budayawan Jawa Profesor Suwarna dari UNY yang membawakan materi Kesetiakawanan Sosial berbasis Budaya Jawa.
Wakil Gubernur Paku Alam X dalam acara itu diwakili Assekda DIJ Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Aris Riyanta. Dalam sambutannya Wagub menegaskan, kesetiakawanan sosial dalam konteks bermasyarakat, dan bernegara merupakan potensi spiritual. Sekaligus komitmen bersama dan jati diri bangsa.
“Ruh kesetiakawaan adalah kebersamaan kerelaan berkorban dan gotong royong,” kata Paku Alam X.
Selanjutnya, kesetiakawaan menjadi modal sosial dan kearifan sosial. Karena itu, kesetiakawanan perlu dikembangkan dan didayagunakan menuju masyarakat sejahtera. Wakil gubernur lantas menyinggung praktik kesetiakawanan di DIJ.
Diantaranya seperti Jagawarga. Dimasa pandemi, Jagawarga banyak berpartisipasi dan berkontribusi dalam pengawasan area publik. Kemudian sosialisasi PPKM darurat dan membantu mereka yang terkonformasi positif Covid-19.
“Solidaritas sosial menjadi pondasi. Saya mengapresiasi kegiatan sarasehan ini,” ucapnya. (vis/kus/dwi) Editor : Editor News