Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Empat Pilar Bangsa Menjadi Tonggak Pembangunan Generasi Muda

Editor News • Kamis, 9 Desember 2021 | 22:54 WIB
WARISAN BANGSA : GMPI dan MPR RI konsisten melakukan Sosialisasi 4 Pilar.
WARISAN BANGSA : GMPI dan MPR RI konsisten melakukan Sosialisasi 4 Pilar.
RADAR JOGJA - Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika adalah sebuah pemufakatan bersama para tokoh pendiri bangsa Indonesia. Tak hanya menjadi kesepakatan, seluruhnya menjadi tonggak berdirinya NKRI. Disatu sisi, upaya untuk merongrong idiologis bangsa ini masih terus berlangsung.

Sosialisasi empat pilar menjadi salah satu solusi mempertahankan idiologis bangsa. Kegiatan ini menyasar sejumlah elemen masyarakat. Seperti yang berlangsung belum lama ini dengan melibatkan komunitas tukang becak, komunitas PKL Badran, Komunitas UMKM dan Mahasiswa dari kampus di Jogjakarta.

MPR bersama Generasi Muda Pembangunan Bangsa (GMPI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) terus bergerilya. Melakukan sosialisasi empat pilar secara konsisten. Dengan tujuan memperkuat idioligis bangsa di seluruh elemen masyarakat.

“Sosialisasi 4 Pilar bertujuan untuk meningkatkan persatuan pemuda guna menjadi tonggak pembangunan. Generasi muda yang hebat, inovatif, dan kreatif berguna bagi bangsa dan negara, khusus Jogjakarta yang istimewa," jelas Ketua GMPI DIJ Alouvi Radya Mustofa ditemui di DPW PPP DIJ, Rabu (8/12).

Wakil Wali kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan sosialisasi 4 pilar sangatlah penting. Bertujuan agar penerus generasi muda mengerti sejarah negara dan banga Indonesia. Perjuangan-perjuangan masa lalu dengan adanya Bhinneka Tunggal Ika sebagai salah satu tonggak utama.

Sosialiasi, lanjutnya, bisa tertransformasi dengan perkembangan dunia digital. Sehingga bisa mempermudah dalam sosialisasi 4 pilar. Heroe menilai strategi ini sangat relevan untuk mengaktualkan nilai pancasila.

“Masih banyak anak muda saat ini tidak mengerti sejarah terbentuknya negara Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital, harapannya anak muda dapat mengerti apa yang disepakati oleh para pendiri bangsa Indonesia,” katanya.

Sosialiasi 4 Pilar menurutnya juga bisa menjadi referensi. Ini karena kesepakatan puncak 4 Pilar membentuk bangsa negara. Tetap terwariskan sebagai tonggak berdirinya bangsa dan negara Indonesia.

“Sosialisasi 4 pilar yang di adakan ini bertujuan agar kembalinya semangat generasi muda untuk menyegarkan 4 pilar. Harapannya memahami arti dari konsensus sejarah yang sudah tidak bisa diperdebatkan lagi," ujarnya.

Ketua DPW PPP DIJ Muhammad Jaziz mengatakan sejarah negara ini haruslah tetap berdiri tegak. Terlebih saat ini ada upaya untuk merongrong idiologis bangsa. Termasuk mengaburkan fakta sejarah Indonesia demi kepentingan kelompok maupun politik.

“Awal mula munculnya Pancasila sendiri yang sudah dibentuk oleh toko-tokoh islam seperti,Bung Tomo yang menyuarakan Allahu Akbar sebagai bentuk penyemangat dalam melawan penjajah. Maka dengan ini Sosialisasi 4 pilar di jadikan sebuah momentum penyemangat untuk kembali membangun generasi muda pada era digital ini,” katanya. (om11/dwi) Editor : Editor News
#sosialisasi 4 pilar Jogjakarta #sejarah NKRI #idiologis bangsa Indonesia