Hanya saja, keputusan itu sempat menuai protes beberapa klub. Mereka dikabarkan menolak adanya penambahan pemain asing untuk lanjutan Liga 1. Sebab, hal itu dapat memberikan keuntungan kepada sejumlah klub yang kehilangan banyak pemain asing saat proses renegosiasi.
Terkait dibukanya jendela transfer periode kedua ini, Manajer PSS Sleman Danilo Fernando ikut angkat bicara. Ia menyebut, percepatan Transfer Matching System (TMS) tak akan mempengaruhi timnya. Sebab, saat ini komposisi pemain dirasa sudah komplet. “Bagi kami dari PSS tidak ada pengaruhnya, karena komposisi pemain tidak berubah,” ujarnya Kamis (24/9).
Kendati demikian, Danilo cukup menyayangkan karena adanya bursa transfer dinilai dapat membuat manajemen kesulitan dalam mengevaluasi kinerja pemain asing. Apalagi, ke depan tidak ada bursa transfer lagi. “Itu yang jadi catatan bagi manajemen. Tapi kami percaya PSSI sudah pertimbangkan matang sebelum ambil keputusan itu,” tandas eks pemain Persik Kediri itu.
Sebagai informasi, sejatinya bursa transfer paruh musim dibuka pada 21 Juli-19 Agustus lalu. Namun, hal itu berubah karena Liga 1 dihentikan pada 16 Maret akibat pandemi Covid-19. Sehingga PSSI mengajukan permohonan perubahan TMS periode kedua 2020 kepada FIFA.
FIFA pun mengabulkan perubahan periode transfer tahap dua menjadi 21 September hingga 18 Oktober 2020. Hanya, karena alasan teknis perubahan periode registrasi transfer itu tidak dapat dicantumkan dalam FIFA TMS. Sebab, akan melebihi jumlah periode pendaftaran sesuai dengan regulasi status dan transfer pemain FIFA. (ard/laz)
Editor : Editor Content