Ketua Umum Perguruan Siteda Budi Suci 7 Bintang Gilang Kusumo mengatakan ujian kenaikan tingkat rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Hal tersebut dilakukan guna untuk menyeleksi, mengevaluasi, menguji kemampuan. Serta mengetahui penerapan dari hasil latihan para peserta.
Ini sebagai syarat yang wajib dilalui sebelum meningkat ketahap sabuk yang lebih tinggi. Sekaligus, kedepannya diharapkan menjadi generasi tangguh, mempunyai kepribadian yang baik kepada siapapun dan tetap taat terhadap agama dan Tuhan Yang Maha Kuasa.
"Oleh karena itu, Perguruan Siteda Budi Suci 7 Bintang tidak hanya mengajarkan seni bela diri saja, tetapi juga etika, moral maupun keagamaan," jelasnya ditemui Minggu (30/1).
Ketua Staff Kepelatihan Budi Suci 7 Bintang Nugroho Noto Susanto menjelaskan ujian kenaikan tingkat kali ini diikuti 40 peserta dari berbagai daerah. Perguruan pencak silat dan tenaga dalam Budi Suci 7 Bintang terdaftar dan dinaungi langsung oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Nugroho berharap perguruan silat dan tenaga dalam Budi Suci 7 Bintang dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat dari berbagai daerah. Serta dapat melahirkan atlet-atlet yang kompetitif di berbagai kejuaraan regional, nasional maupun internasional.
"Semoga dengan adanya kenaikan tingkat sabuk ini para murid bisa lebih maju, bersemangat serta mempunyai kepribadian yang baik untuk masyarakat," katanya.
Pendiri Perguruan Siteda Budi Suci 7 Bintang Kusumo Nurbakti menambahkan, Siteda Budi Suci 7 Bintang memiliki empat pilar yang harus dipegang teguh oleh para murid-muridnya. Yakni bertaqwa kepada Tuhan, berbudi pekerti luhur serta menjunjung tinggi dan berwatak kesatria, menegakkan kebenaran dan keadilan, dan yang terakhir menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.
“Empat Pilar tersebut harus dipegang teguh oleh para murid agar tidak hanya tangguh atau kuat saja namun mempunyai watak yang baik dan juga taat kepada kepercayaan masing masing," ujarnya. (om13/dwi) Editor : Editor News