Meski terkesan adem ayem, sejatinya klub kebanggaan Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) itu mulai mengumpulkan elemen tim. Buktinya, Pelatih Kepala Dejan Antonic dan Asisten Pelatih Mladen Dodic Doda serta bek Mario Maslac sudah berada di Indonesia.
Ketiganya telah bertolak ke tanah air pada Selasa (10/8) dengan penerbangan yang sama dari Serbia. “Ya, sudah di Indonesia. Baru kemarin masuk ke hotel dan sekarang delapan hari di hotel untuk karantina,” ujar Dejan kepada Radar Jogja kemarin (12/8).
Namun saat ditanyai kapan tim akan menggelar latihan, ia belum mau berkomentar. “Semua masih tunggu keputusan untuk liga,” kata pelatih berlisensi UEFA Pro itu. Yang pasti, seandainya Liga 1 benar-benar digelar 27 Agustus, Super Elja tentu akan siap menyambut kompetisi.
Saat ini mayoritas penggawa PSS masih berada di kampung halaman masing-masing. Entah kapan para pemain kembali ke Bumi Sembada. Hanya manajemen dan Tuhan saja yang tahu. Sebab, setiap ditanyai perihal tim, manajemen Super Elja memilih tutup mulut. “Belum tahu nih,” beber perwakilan manajemen PSS Nurusyifa beberapa waktu lalu.
Yang jelas, ada beberapa nama yang selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat memilih stay di Sleman. Antara lain, bek asing Aaron Evans, Derry Rachman Noor, serta Wahyu Sukarta yang memang asli putra daerah.
Di sisi lain, menggulirkan kompetisi pada 27 Agustus sebenarnya tidak ideal. Karena waktu yang dimiliki tim untuk persiapan sangat mepet. Yakni kurang dari dua minggu saja. (ard/laz) Editor : Editor Content