Hemat Tenaga tapi Sepi Penumpang, Keluhan Pengemudi Becak Listrik Bantuan Presiden di Purworejo

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 06:07 WIB
Sejumlah tukang becak di pangkalan Jalan Pemuda, Purworejo sabar menunggu calon penumpang. (M Hafied/Radar Jogja)
Sejumlah tukang becak di pangkalan Jalan Pemuda, Purworejo sabar menunggu calon penumpang. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

 

KEBUMEN - Di balik hingar bingar seremoni pemberian becak listrik (Belis) dari Presiden Prabowo di Purworejo terselip kisah pahit yang dirasakan penerima bantuan. Para tukang becak mengaku belum begitu merasakan dampak dari sisi pendapatan pasca mendapat bantuan becak dari presiden.

Seorang tukang becak yang mendapat belis, Tukiman mengungkapkan, belis pemberian presiden yang diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan belum banyak mendatangkan penumpang.

Dia mengaku, setiap hari waktunya hanya habis untuk menunggu calon penumpang, ketimbang narik penumpang. "Sepi banget. Cuma nunggu aja, tapi jarang yang pakai," katanya saat ditemui Radar Jogja, Kamis (13/8).

Baca Juga: Catat! WJNC Bakal Digelar Sepekan Penuh Tahun Ini, Usung Konsep Festival, Hadirkan Beragam Agenda 

Pria 57 tahun itu bercerita, penghasilannya dari narik belis setiap hari tak menentu. Bahkan di hari itu, sejak pagi hingga siang dirinya belum mendapat satu pun penumpang.

Dia mengaku hanya bisa pasrah menghadapi hari-hari sepi penumpang. Harapan terbesarnya dalam waktu dekat dapat disewa panitia HUT RI sebagai sarana pawai atau arak-arakan.

Dia tak mengingkari rasa syukur karena telah diperhatikan presiden melalui program bantuan belis. Namun kembali lagi, bantuan yang diterima belum membawa dampak signifikan terkait penghasilan untuk menutupi kebutuhan keluarga.

Baca Juga: Sasar Anak Muda, Dana Keistimewaan Dukung Penyelenggaraan Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa

"Hari ini belum narik. Bilang sedih, ya sedih. Mungkin pas Agustusan ramai, tapi belum tahu juga," ungkapnya.

Pantauan Radar Jogja, titik pangkalan becak di Jalan Pemuda, Purworejo tampak para penarik belis sedang bersantai sambil menunggu penumpang. Mereka terlihat duduk dengan mata kantuk di atas jok becak bantuan yang bergambar muka Presiden Prabowo Subianto.

Penarik belis lain, Sumar, 57, mengatakan, aktivitas menarik belis telah menjadi sumber penghidupannya sehari-hari. Namun demikian, jumlah penumpang saat ini semakin menurun seiring banyaknya pilihan transportasi.

Baca Juga: Pemprov Jateng Uji Bata Interlock, Bangun Rumah Lebih Cepat dan Hemat

Meski berangsur sepi, dia memilih tetap bertahan untuk melayani masyarakat yang masih membutuhkan trasportasi jarak dekat. "Hari ini baru dapat Rp 30 ribu, kadang sama sekali. Sudah tidak ramai seperti dulu," ucapnya.

Sumar mengatakan, belis pemberian presiden tetap bermanfaat, walaupun penumpang kini tidak dapat diprediksi. Menurutnya, becak listrik yang diterima pada akhir 2025 lalu itu memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.

Kelemahannya karena bergantung pada pasokan listrik. Jika tidak terbiasa memprediksi kekuatan daya listrik, maka becak dapat mogok dijalan. Dari sisi positifnya belis tersebut lebih hemat tenaga. "Malam harus di cas sekitar enam jam. Jarak tempuh 60 kilometer, misal habis batre genjot pakai pedal," ucapnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
becak listrik bantuan presiden Becak Listrik Belis Purworejo