KEBUMEN - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen menyalurkan bantuan 50 tangki berisi air bersih ke wilayah Kecamatan Karanggayam, Kamis (6/8). Distribusi bantuan ini dikirim untuk mencukupi kebutuhan air bersih tempat ibadah dan lembaga keagaman di wilayah terdampak kekeringan.
Kepala Kantor Kemenag Kebumen Anif Solikhin menyampaikan, pihaknya memutuskan ikut ambil bagian dalam penanganan kekeringan dampak dari kemarau panjang.
Hal ini dilakukan agar aktivitas ibadah dan kegiatan belajar mengajar di lembaga keagamaan tetap berjalan di tengah keterbatasan pasokan air.
Baca Juga: Sekolah Khusus Olahraga Segera Dibangun, Kawasan BPO DIY Jadi Salah Satu Opsi Lokasi
"Meskipun jumlahnya terbatas, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih," katanya saat pelepasan armada bantuan air bersih, Kamis (6/8).
Anif mengatakan, bantuan air bersih yang dikirim sebagai tindak lanjut sejumlah permohonan dari lembaga keagamaan di wilayah Kecamatan Karanggayam. Menurutnya, krisis air berdampak panjang. Artinya, tidak hanya mengganggu kebutuhan masyarakat sehari-hari, tetapi juga menggangu aktivitas ibadah, terutama untuk keperluan berwudu.
Dia juga mengajak masyarakat untuk terus berdoa agar musim kemarau segera berakhir. "Kami memohon agar segera turun hujan, sehingga bencana kekeringan di Kebumen dapat segera teratasi," ujarnya.
Baca Juga: Ditariki Iuran HUT RI Capai Rp 175 Ribu, PPPK dan Pegawai di Kebumen Sambat lewat Lapor Cepat
Disebutkan, bantuan air bersih yang dikirim hasil dari kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kebumen. Adapun sasaran distribusi bantuan meliputi pesantren, masjid, musala, Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) yang mengalami krisis air bersih.
Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto menyampaikan apresiasi atas kepedulian pegawai di lingkungan Kemenag Kebumen dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata semangat kemanusiaan dalam membantu sesama.
PMI juga berkomitmen untuk mendukung distribusi air bersih jika tempat ibadah maupun lembaga keagamaan masih membutuhkan bantuan selama musim kemarau berlangsung. "Kami siap support ketika masih dibutuhkan," jelasnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo