Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kawanan Monyet Serbu  Kompleks RSUD Tangen Sragen, Begini Nasib Para Pasien

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 1 April 2026 | 23:43 WIB
Salah satu monyet yang masuk di kompleks RSUD Tangen, Kabupaten Sragen, Rabu (1/4/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Salah satu monyet yang masuk di kompleks RSUD Tangen, Kabupaten Sragen, Rabu (1/4/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

SOLO - Warga di sekitar Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen dibuat riuh dengan kemunculan tamu tak diundang. Bukan kriminal, melainkan kawanan monyet ekor panjang yang mulai memasuki area publik, termasuk kompleks RSUD Sukowati Tangen.

Ada sekitar 10 ekor monyet yang masuk pemukiman warga. Meski sempat memicu kekhawatiran adanya serangan, pihak rumah sakit segera memberikan klarifikasi.

Direktur RSUD Sukowati Tangen Wisnu Retnaningsih membenarkan jika primata tersebut sempat terlihat di lingkungan rumah sakit. Namun, ia menepis hewan tersebut mengganggu pasien.

Baca Juga: Pemkot Jogja Siapkan Skenario Efisiensi;  Penggunaan Sepeda hingga Pembatasan BBM Kendaraan Dinas

”Tidak diserang. Itu pemandangan yang sudah biasa karena lokasi kita memang dekat dengan hutan,” tegas Wisnu saat dikonfirmasi Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, keberadaan monyet-monyet tersebut sama sekali tidak mengusik ketenangan pasien maupun mengganggu jalannya pelayanan medis.

Posisi RSUD yang berdekatan dengan hutan kecil di bantaran Bengawan Solo serta kawasan Gunung Banyak menjadi faktor utama seringnya satwa tersebut "mampir".

”Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Mereka hanya melintas dan tidak menyerang manusia,” imbuhnya.

Baca Juga: Wani Ngeyel, Bupati Sleman Harda Kiswaya Keukeuh Tak Terapkan WFH bagi ASN

Kepala Desa Katelan Kunto Cahyono menambahkan, kehadiran kawanan monyet ini bukanlah hal baru bagi warga setempat. Menariknya, kemunculan mereka seolah mengikuti ritme alam Sungai Bengawan Solo.

”Biasanya kalau air Bengawan Solo naik, monyet-monyet itu terlihat. Nanti kalau airnya surut, mereka hilang lagi dengan sendirinya. Datangnya dari mana, belum bisa dipastikan,” ujar Kunto.

Ada dugaan kuat turunnya kawanan monyet ke pemukiman dipicu oleh mulai menipisnya ketersediaan pangan di habitat asli mereka.

Sejauh ini, perilaku satwa tersebut masih dalam batas wajar dan belum menunjukkan tanda-tanda agresivitas terhadap warga.

Baca Juga: Pemkab Bantul Akan Terapkan WFH bagi ASN Minggu Depan

Sejauh ini hanya mengambil buah-buahan dari pohon di pinggir sungai. Dia menuturkan Belum ada laporan perusakan rumah atau pencurian stok makanan warga.

Kunto memastikan bahwa pihak desa terus memantau pergerakan kawanan ini agar tidak terjadi konflik antara manusia dan satwa di kemudian hari.

”Yang penting warga tidak mengganggu atau menyakiti mereka, supaya mereka juga tidak agresif,” tandasnya. (din/adi/laz) 

 

 

Editor : Herpri Kartun
#Kompleks RSUD Tangen Sragen #Kawanan Monyet #Desa Katelan #bantaran Bengawan Solo