Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menkes Tegaskan Super Flu Bukan Virus Baru, tapi Varian Influenza Lama  yang Lebih Cepat Menular

Naila Nihayah • Kamis, 8 Januari 2026 | 21:35 WIB

 

Menkes Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Menkes Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

MAGELANG - Istilah super flu yang belakangan ramai diperbincangkan publik dipastikan bukan virus baru seperti Covid-19. Hanya saja, virus ini lebih cepat menular dibanding varian influenza lama dan bukan nama ilmiah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, penyakit yang disebut super flu itu merupakan varian dari virus influenza tipe A subtipe H3N2 yang telah lama dikenal dunia medis yang mengalami mutasi pada subclade K. Mirip dengan mutasi yang pernah terjadi pada virus Covid-19.

"Ini sebenarnya virus lama. Yang sekarang ini hanya varian baru, sama seperti dulu Covid-19 ada Alfa, Beta, Delta, sampai Omicron," kata Budi di Universitas Muhammadiyah Magelang (Unima), Kamis (8/1).

Menurut Budi, mutasi terbaru pada H3N2 membuat virus ini memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya. Namun demikian, dia menekankan, virus tersebut bukan sesuatu yang asing bagi tubuh manusia, karena sebagian besar masyarakat telah memiliki kekebalan dasar.

"Tubuh kita sudah kenal virus ini. Immune system kita juga sudah kenal karena kita mungkin sudah sering terpapar sebelumnya. Jadi ini bukan virus baru seperti Covid-19," ujarnya.

Budi juga menepis kekhawatiran berlebihan terkait tingkat keganasan virus tersebut. Dia menyebut, meskipun penularannya lebih cepat, tingkat fatalitasnya justru cenderung lebih rendah.

Hingga saat ini Kementerian Kesehatan tidak menemukan indikasi lonjakan kematian akibat varian influenza. Sebab ketika penyakit makin cepat menular, fatality rate-nya lebih rendah. "Sampai sekarang tidak ada yang meninggal karena ini," tegasnya.

Meski demikian, Budi mengakui adanya laporan kasus yang terdeteksi di sejumlah daerah. Dia menyebut, jumlah kasus yang teridentifikasi berkisar puluhan orang dan tersebar di beberapa provinsi.

"Angkanya saya tidak hafal persis, tapi sekitar 70-an yang sudah terdeteksi. Kalau tidak salah, salah satunya di Jawa Timur," paparnya.

Dia meminta masyarakat tetap waspada namun tidak panik dan tidak perlu disikapi berlebihan. Menurutnya, pengalaman panjang Indonesia dalam menghadapi wabah, khususnya saat pandemi Covid-19, menjadi modal penting dalam merespons situasi kesehatan masyarakat saat ini.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Dia mengingatkan pentingnya memperkuat upaya pencegahan dan meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat, tanpa membangun suasana ketakutan.

"Kita punya pengalaman yang sangat berat menghadapi Covid-19. Dari situ kita belajar bahwa yang paling penting adalah sikap preventif dan peningkatan daya sehat masyarakat," lontarnya.

Haedar menilai, sebagai negara tropis, Indonesia tidak asing dengan penyakit flu. Karena itu, penguatan imunitas masyarakat harus menjadi fokus utama, baik melalui pola hidup sehat maupun kesadaran kolektif dalam menjaga kesehatan. (aya/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Super Flu #Budi Gunadi Sadikin #Covid-19 #virus influenza #menkes