MUNGKID - Warga Dusun Pucang Gunung, Pucang, Secang digegerkan dengan penemuan mayat di aliran Sungai Gandu, Senin (10/3). Mayat laki-laki tersebut berinisial A, 80. Semula, warga mengira mayat tersebut adalah boneka yang mengambang di sungai.
Kapolsek Secang AKP Kamidi menuturkan, saat itu, seorang warga bernama Dewi datang ke rumah Indowati untuk bekerja sekitar pukul 07.00. Kemudian, Indowati meminta agar Dewi membersihkan kamarnya karena tercium bau busuk. "Tapi, ketika dicari di dalam kamar, tidak ada," bebernya, Senin (10/3).
Baca Juga: Perda Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan Segera Disusun, Begini Penjelasan Ketua DPRD Kulon Progo!
Karenanya, Dewi menuju belakang rumah yang berdekatan dengan sungai untuk membersihkan rumput sekaligus mencari asal muasal bau tersebut. Selang setengah jam, Dewi berteriak meminta tolong. Teriakan itu membuat Indowati datang menyusulnya.
Kamidi menyebut, Indowati sempat bingung dan menyakan perihal teriakan Dewi. "Indowati menemui dan menanyakan 'ada apa?' kepada Dewi. Lalu, Dewi kembali bertanya, 'bu, itu boneka apa orang?'. Indowati pun memastikan itu," katanya.
Betapa kagetnya Indowati melihat seseorang yang mengapung di aluran Sungai Gandu. Kemudian, Indowati bergegas menuju rumah Kepala Desa Pucang Anwari. Sekitar pukul 08.00, Anwari melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Secang.
Baca Juga: Prediksi West Ham United vs Newcastle United Liga Inggris Selasa 11 Maret Kick Off 03.00, Mampukah The Magpies Balas Kekalahan Pertemuan Sebelumnya?
Mendapat laporan tersebut, sejumlah personel kepolisian mendatangi lokasi untuk memastikannya. Saat ditemukan, mayat itu mengenakan baju berwarna coklat dan sarung motif kotak. Setelah dievakuasi, mayat itu diidentifikasi dan dilakukan pemeriksaan.
Kamidi menyebut, terdapat luka di dahi dengan panjang 4 sentimeter dan kedalaman 2 sentimeter tidak beraturan akibar terkena batu sungai. Selain itu, luka di telinga dengan panjang 2 sentimeter dan kedalaman 1 sentimeter akibat gigitan serangga.
Baca Juga: Harga Cabai di Kulon Progo Minggu Ini Terpantau Turun, Bawang Merah Merangkak Naik
Mayat tersebut, lanjut Kamidi, tidak ditemukan feses di dubur, tidak ditemukan lebam mayat, dan tidak ditemukan air mani di alat kelamin. "Dimungkinkan korban meninggal dunia sudah lebih dari 12 jam dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan," bebernya.
Setelah ditelusuri, kata dia, anak korban mengaku bahwa sang ayah sudah tidak berada di rumah sejak Minggu (9/3). Biasanya, selepas Subuh, sang ayah bergi ke Sungai Gandu untuk buang air besar. "Kemungkinan terpeleset, jatuh ke aliran sungai, dan terbawa arus sehingga ditemukan berjarak 1 kilometer dari tempat buang air besar," imbuhnya. (aya)