RADAR JOGJA - Menurunkan koefisien dasar bangunan di bawah empat persen, revitalisasi area hijau di zona II Candi Borobudur serta pengembangan Museum dan Kampung Seni Borobudur. Itulah fokus utama dalam encana besar untuk penataan ulang atau remasterplan kawasan destinasi Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWC) yang dikenal sebagai InJourney Destination Management (IDM) kini fokus menjalankan remasterplan tersebut. Yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung.
Revitalisasi zona II Candi Borobudur ini merupakan langkah penting dalam melestarikan situs budaya dunia yang diakui oleh UNESCO, sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung.
Baca Juga: Anggota Saber Pungli Gunungkidul Capai 180 Orang, Temuan Masyarakat Bisa Diadukan lewat E-Lapor
Baca Juga: Hasil Seleksi Administrasi CPNS di Pemkab Kebumen, 5.876 Pendaftar Berebut 335 Formasi
PT TWC berkomitmen tidak hanya fokus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan, sosial, dan budaya di kawasan sekitar Candi Borobudur. Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, terutama dalam hal pelestarian budaya dan pengelolaan destinasi wisata berkelanjutan.
Museum dan Kampung Seni Borobudur akan menjadi bagian integral dari pengembangan kawasan ini. Kampung tersebut akan berfungsi sebagai pusat seni dan budaya yang menampilkan kearifan lokal, memberikan ruang bagi para seniman untuk berkarya serta menjadi tempat wisata edukatif bagi pengunjung.
Kehadiran Kampung Seni Borobudur diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata serta menjadi wahana untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada dunia internasional.
Dalam kesempatan lain, Direktur Utama PT TWC, Febrina Intan, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah serta unsur masyarakat yang telah mengorkestrasi bersama membantu percepatan proyek ini.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah, khususnya apresiasi atas kinerja kami yang berhasil merampungkan penataan kawasan Borobudur,” ujarnya dalam rilisnya Kamis (20/9).
Febrina juga menambahkan bahwa dengan dipercayanya PT TWC sebagai Single Destination Management Borobudur, yang akan terus berperan sebagai kolaborator dalam proyek revitalisasi ini.
Selain itu, Febrina juga berharap agar proyek ini tidak hanya membawa manfaat ekonomi bagi kawasan Borobudur, tetapi juga dapat menangkap potensi besar yang ada di wilayah ini. “Dengan revitalisasi ini, kami berharap InJourney Destination Management mampu menggarap potensi ekonomi kawasan Borobudur secara maksimal, tanpa mengabaikan aspek sosial dan budaya lokal yang ada,” tambahnya.
Proses remasterplan ini menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan peningkatan kualitas pengalaman wisata di Candi Borobudur. Dengan adanya revitalisasi dan pengembangan baru seperti Kampung Seni Borobudur, kawasan ini diharapkan dapat menjadi destinasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Editor : Heru Pratomo