RADAR JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo menerapkan status siaga kekeringan di musim kemarau ini hingga November. Namun, jika November masih kekeringan bisa jadi akan diperpanjang.
Hal tersebut diungkapkan olek Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Purworejo Haryono. Mengingat, BMKG memperkirakan musim penghujan di Kabupaten Purworejo masih akan turun di November dasarian I.
Belum lama ini, BPBD Purworejo sudah mengadakan pertemuan bersama BMKG dan Balai Besar Wilayan Sungai Serayu Opak (BBWSSO).Dalam pertemuan itu BMKG menyampaikan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah bulan ini sudah memasuki musim penghujan.Yakni, di daerah Banjarnegara, Temanggung, dan Wonosobo diperkirakan Oktober ini akan hujan. "Purworejo masih November," ujarnya Jumat (6/10).
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menerapkan status siaga hingga November. Namun, status tersebut bisa saja diperpanjang menentukan kondisi wilayah di Kabupaten Purworejo. "Kami siagakan personel hingga malam hari dan setiap hari menyiagakan tiga armada untuk distribusi air bersih," ungkap Haryono.
Dampak el nino di Kabupaten Purworejo samgatlah terasa bahkan semakin hari banyak desa yang meminta air bersih ke BPBD Purworejo. Sudah ada 47 desa yang mengalami krisis air bersih. "Volume air yang didistribusikan sudah mencapai 1,2 juta liter lebih," sebut dia.
Diungkapkan, BPBD Purworejo selalu menggandeng relawan untuk menangani masalah krisis air bersih tersebut. Ada sekitar 130 tangki dari para relawan yang telah disalurkan ke warga seperti Banser hingga Polri."Akan terus kami siagakan. Kami bersama selalu siap mendistribusikan air bersih jika masih ada desa yang mengajukan permintaan air bersih," tandasnya. (han/pra)