MUNGKID - Longsornya tebing di aliran Sungai Senowo di Dusun Trono, Desa Krinjing, Dukun, Kabupaten Magelang, dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan air bersih untuk warga Kamis (10/8). Sebab, pipa saluran air bersih menjadi tertutup.
Kepala Desa Krinjing Ismail berusaha dapat mengatasinya. Dia berharap Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dapat mengganti pipa saluran air yang terdampak longsor tersebut.
"Pipanya itu bervariasi. Ada 4 dim, ada juga 3 dim. Panjangnya kalau dari Sungai Senowo sampai ke dusun itu hampir 3 kilometeran," sebutnya.
Sementara itu, PPK Operasi dan Pemeliharaan 3 BBWSSO Tanti Tri Putranti mengaku, telah mendapat laporan adanya tebing longsor itu. Saat ini, BBWSSO baru melakukan identifikasi awal. Termasuk untuk mengetahui penyebab hingga ketebalan material longsoran.
"Hari ini, kami cek dulu kondisi di lapangan seperti apa. Termasuk sarana prasarana yang perlu diamankan. Termasuk nanti tindakan-tindakan yang kami perlukan apa. Setelah itu kami laporkan ke pimpinan," terangnya.
Berdasarkan informasi yang didapat, tebing yang longsor itu menyumbat pipa saluran air bersih. Dia juga belum bisa memastikan berapa kubik material longsoran yang menutup pipa tersebut.
"Ini kami cek lewat drone. Karena informasi dari pak lurah, tidak ada foto sebelumnya," imbuhnya.
Longsor terjadi karena material di aliran Sungai Senowo yang labil hingga aktivitas Merapi menyebabkan tebing tersebut longsor. Tibggi tebing yang longsor itu mencapai 75 meter.
Kemudian, material longsor tersebut memunculkan pening atau danau baru dengan kedalaman sekitar 10 meter. Ini menyebabkan saluran air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga, tersumbat.
Kendati begitu, kebutuhan air sehari-hari untuk sekitar 100 kepala keluarga di Dusun Trono masih tercukupi. Air dialihkan ke Sungai Tlingsing. Namun, kebutuhan air untuk mengairi lahan pertanian warga masih kurang. (aya)
Editor : Amin Surachmad