RADAR JOGJA – Viral di sosial media, video yang memperlihatkan seorang guru membully salah seorang siswa dengan menyebut hanya seorang anak petani ramai tersebar di beberapa grup WhatsApp di Kabupaten Takalar.
Melansir dari Instagram @terangmedia, diketahui peristiwa tersebut terjadi di SMA 3 Takalar dan berhasil direkam oleh salah satu murid.
Tampak pada video berdurasi 1 menit 35 detik, guru tersebut duduk di dalam ruang kelas dan menyebut salah satu siswa yang berdiri di depannya dengan bukan anak panglima melainkan hanya anak petani.
Sontak para siswa yang lain memberikan reaksi dan membela siswa tersebut dengan mengatakan bahwa pekerjaan petani adalah pekerjaan yang jelas dan halal.
Sempat beradu pendapat dan terdengar bentakan dari salah satu siswa yang tampak tidak terima kepada guru tersebut.
Hal tersebut membuat keadaan menjadi sangat gaduh dan ramai, terdengar juga siswi perempuan histeris dan meninggalkan ruang kelas.
Komite SMAN 3 Takalar yakni Dr. Nawir Rahman memberikan konfirmasi pada (05/10/2023) bahwa kejadian tersebut memang benar terjadi di SMA 3 Takalar tepatnya di kelas 12.
Oknum guru yang melakukan tindakan bullying itu sudah sempat melakukan permintaan maaf kepada siswa-siswi di kelas tersebut.
Namun para siswa yang terlibat meminta untuk guru tersebut tidak mengajar lagi di kelasnya.
"Guru tersebut mengaku menyesal atas kejadian itu, para siswa-siswi juga menyampaikan kekesalannya dan kini bisa menerima permohonan maaf dengan catatan tidak mengajar di kelas itu lagi" ujar Dr. Nawir.
Postingan pada unggahan video tersebut juga menuai komentar pedas warganet yang juga tidak terima akan pekerjaan petani yang disepelekan.
“Emang pak guru makan nasi darimana? Kalo gak ada petani, berasnya jatuh dari langit?” sarkas @pganwari.
“Berpendidikan akhlaknya busuk. Lebih mulia petani meskipun ga berpendidikan tapi lebih bagus sopan santunnya,” tulis @afianaputri.
“Ya Allah pak istighfar, kalo ga ada petani kita gak bisa makan nasi,” ujar @maiaantonie.
Banyak juga warganet yang memberikan respon positif akan perbuatan siswa lainnya yang membela temannya.
“Salut buat siswa-siswi yang melawan tindakan bully yg dilakukan oleh gurunya. Kurang baik gimana coba siswa/I, masih menerima permintaan maaf, dan tidak meminta guru tsb dihentikan. Kalau ada yang tau medsos guru tsb, share,” ujar @eirobb.
“Teman-temannya keren, berani bersuara, berani membela temannya,” tulis @nursodik07.
“Siswa siswinya keren berani bersuara, dan sangat berani melawan omongan guru, aku jadi dia pun pasti ngelag, bingung mau bantah apa dan takut,” tulis @evamendhes. (Erlika Yusfiarista/RADAR JOGJA)
Editor : Bahana.