GUNUNGKIDUL – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Gunungkidul terus berjalan dengan melibatkan lebih dari seribu petugas lapangan.
Di tengah tantangan memperoleh data dari responden, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunungkidul tetap optimistis target pendataan dapat tercapai sesuai rencana.
Optimisme tersebut disampaikan meski proses pendataan di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Petugas sensus tidak jarang harus melakukan kunjungan berulang karena responden tidak berada di rumah.
Selain itu, sebagian masyarakat masih ragu memberikan informasi lantaran menganggap pendataan berkaitan dengan perpajakan.
Ketua Pelaksana Sensus Ekonomi Kabupaten Gunungkidul Setiawan Pritama, mengatakan evaluasi terhadap capaian pendataan dilakukan setiap hari agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
"Kami memiliki target harian yang selalu dievaluasi. Dengan begitu, apabila ada kendala di lapangan bisa segera ditindaklanjuti," kata pria yang akrab disapa Iwan itu saat ditemui di Kantor BPS Kabupaten Gunungkidul, Selasa (7/7).
Baca Juga: Dinilai Lamban, Progres Pembebasan Lahan Tol Jogja-Bawen di Magelang Disorot DPRD Kabupaten Magelang
Menurut Iwan, masa pelaksanaan sensus berlangsung selama 78 hari, yakni mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Namun, BPS Gunungkidul menargetkan seluruh proses pencacahan selesai dalam waktu 70 hari sehingga masih tersedia waktu cadangan apabila terjadi hambatan.
"Kami sengaja menargetkan selesai dalam 70 hari. Jadi masih ada waktu tambahan apabila di lapangan muncul kendala yang membutuhkan penyesuaian," ujarnya.
Setiap petugas sensus, lanjut Iwan, dibebani target mencacah sekitar 400 hingga 500 rumah tangga selama masa pendataan. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, BPS telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui ketua RT sebelum petugas turun ke lapangan.
Baca Juga: BPS Yakin Sensus Ekonomi di Gunungkidul Tuntas Lebih Cepat
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai tujuan pendataan sekaligus menghilangkan kekhawatiran masyarakat.
Sebagai evaluasi tahap awal, BPS Gunungkidul menargetkan hingga 15 Juli 2026 atau termin pertama pelaksanaan, setiap petugas telah menyelesaikan sedikitnya 40 persen dari total target responden.
"Kami menetapkan cut off pada 15 Juli. Pada termin pertama, petugas minimal harus menyelesaikan 40 persen dari target masing-masing," kata Iwan.
Kepala BPS Kabupaten Gunungkidul Agus Haryanto mengatakan, telah menerjunkan 1.039 petugas lapangan yang terdiri atas pencacah dan pengawas. Seluruh petugas dibagi ke dalam 177 tim, dengan satu orang pengawas membawahi tujuh hingga delapan petugas pencacah.
"Keberhasilan penyelesaian sensus sangat bergantung pada komitmen petugas di lapangan. Kalau mereka bekerja optimal, sehari bisa mendapatkan enam hingga delapan responden," ujar Agus.
Editor : Heru Pratomo