GUNUNGKIDUL - Dinas Perhubungsn (Dishub) Gunungkidul bakal mengusulkan ke Google untuk memblokir jalur ekstrem dari aplikasi Google Maps.
Setidaknya, ada tiga jalur yang direkomendasikan untuk tidak dilewati oleh pengendara. Yakni jalur Bukit Clongop, Gedangsari yang sedang dilakukan perbaikan. Kemudian jalur Bundelan dan tanjakan yang menuju Obelix Hills Purwosari.
Baca Juga: Jalan Bergelombang, Pikap Pengangkut Udang Oleng hingga Terguling di Tugu Pensil, Kulon progo
Kepala Dishub Gunungkidul Irawan Jatmiko mengatakan, langkah tersebut guna melindungi wisatawan yang sering kali kurang memahami medan jalan di jalur yang memiliki tanjakan ekstrem.
“Kami sudah memasang rambu-rambu di lokasi, tapi saat libur Nataru wisatawan dari luar daerah kerap diarahkan menggunakan jalur ini jika menggunakan aplikasi Google Maps," ujar Irawan kepada awak media Rabu (18/12/2024).
Irawan menyebut, jalur-jalur tersebut memiliki kondisi medan yang berbahaya. Seperti tanjakan curam dan tikungan tajam. Meski indah secara pemandangan, jalur ini berpotensi memicu kecelakaan. Terutama bagi pengendara yang tidak terbiasa.
“Sudah ada beberapa insiden sebelumnya. Jika jalur ini tetap muncul di peta digital tanpa peringatan, wisatawan bisa salah arah dan terjebak kondisi berbahaya,” tambahnya.
Baca Juga: Maling Motor Spesialis Tepi Sawah Berhasil Diringkus, Ini Tampang Pelakunya
Dinas juga akan melalukan pengawasan arus lalu lintas di pintu keluar Tol Klaten yang berpotensi memicu lonjakan kendaraan ke Gunungkidul, khususnya di Semin.Menurutnya, jalur tersebut sering jadi titik kemacetan karena banyak kendaraan berhenti.
Baca Juga: JCW Minta APH Awasi Renovasi Stadion Maguwoharjo, supaya Tak Jadi Mandala Krida Kedua
"Nanti akan diarahkan ke terminal untuk mengurai padatnya lalu lintas,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiyartini mendukung langkah tersebut. Pihaknya meminta pemerintah daerah menyiapkan mitigasi risiko secara menyeluruh.
“Ini langkah bijak. Tapi selain memblokir jalur berbahaya, pemda juga harus memastikan rambu tambahan dan petunjuk keselamatan bagi wisatawan, terutama di jalur utama menuju destinasi populer,” ucap Endang.
Endang berharap, pengalaman libur Nataru menjadi lebih aman dan nyaman bagi wisatawan tanpa mengurangi daya tarik wisata alamnya. (ndi)
Editor : Sevtia Eka Novarita