Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada Banjir hingga Tanah Longsor, Masih Salurkan Air Bersih

Naila Nihayah • Selasa, 21 November 2023 | 14:35 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Memasuki musim pancaroba, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama terkait bencana banjir, angin kencang, hingga tanah longsor. BPBD pun sudah memberikan arahan dan sosilisasi kepada masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono mengutarakan, pada peralihan musim kemarau ke penghujan, BPBD terus melakukan pemantauan. Terhadap daerah yang berpotensi terjadi bencana. "Ada baiknya masyarakat menggunakan ilmu titen," ujarnya, Senin (20/11).

Berdasarkan pemetaan, sedikitnya ada delapan dari 21 kecamatan di Kabupaten Magelang yang masuk dalam kategori daerah rawan bencana. Seperti Kecamatan Borobudur, Windusari, Bandongan, Pakis, Ngablak, Salaman, Tempuran, dan Kajoran. Yang mana merupakan daerah di zona lereng pegunungan dan perbukitan.

Pemetaan itu, lanjut Edi, dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap bencana yang sewaktu-waktu datang. "Kami sudah melakukan pemetaan dan sudah menginformasikan kepada para kepala desa (kades) agar memberi imbauan untuk masyarakatnya," bebernya.

Terkait dengan bencana angin kencang, BPBD belum memiliki peralatan untuk mengukur kecepatan angin. Edi menyebut, ada beberapa kecamatan yang kerap terjadi angin kencang, yakni Ngluwar dan Windusari.

Edi menambahkan, BPBD sudah memasang sistem early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini terhadap bencana tanah longsor. EWS akan memberi peringatan kepada masyarakat agar sigap apabila terjadi tanah longsor. Namun, tidak semua daerah dipasang EWS. Mengingat anggaran terbatas.

Untuk mengantisipasi tanah longsor, BPBD dan masyarakat harus melakukan kerja bakti dengan cara menutup rekahan tanah. "Tanah longsor itu terjadi ketika sudah ada rekahan, lalu longsor. Jadi, kami bekerja sama untuk menutup rekahan itu," terang Edi.

Dia menambahkan, apabila ada suara gerakan tanah, masyarakat diminta untik segera berlari menyelamatkan diri dan mengungsi. "Karena Kabupaten Magelang letak tanahnya itu berbukit. Sehingga potensi terjadinya tanah longsor, pohon tunbang, banjir itu harus kita amati terus," imbuhnya.

Selain itu, BPBD juga melakukan antisipasi adanya potensi lahar dingin dari Gunung Merapi. Utamanya yang mengarah ke Sungai Senowo, Bebeng, dan lainnya. "Itu kita antisipasi agar tidak terjadi lahar dingin yang masuk ke perkampungan. Sehingga butuh kesiapsiagaan dalam menghadapi seluruh potensi bencana," tegasnya.

Kendati sudah memasuki musim penghujan, namun ketersediaan air bersih di sejumlah daerah, belum memadai. Sebab, sumber mata air belum mengalir deras. Lantaran air hujan masih diserap oleh tanah. Sehingga BPBD masih terus melakukan penyaluran air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. (aya/pra)

Editor : Satria Pradika
#BPBD Kabupaten Magelang #edi wasono