Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sumur Bor Bantuan Menhan Prabowo Airnya Belum Bisa Mengalir ke Rumah Penduduk

Gunawan RaJa • Senin, 2 Oktober 2023 | 14:10 WIB
PASRAH - Warga Klegung, Ngoro-oro, Patuk Sugeng menunjukkan lokasi bak penampungan air bantuan Kemenhan RI yang belum berfungsi hingga Minggu (1/10).Gunawan Radar jogja 
PASRAH - Warga Klegung, Ngoro-oro, Patuk Sugeng menunjukkan lokasi bak penampungan air bantuan Kemenhan RI yang belum berfungsi hingga Minggu (1/10).Gunawan Radar jogja 

 

RADAR JOGJA - Warga Padukuhan Klegung, Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk mengaku sedih. Itu karena bantuan sumur bor dari Menteri Pertahanan (Kemenhan) Prabowo Subianto, sejak diresmikan awal Agustus lalu hingga sekarang airnya belum bisa mengalir ke rumah penduduk.


Akibatnya pada musim kemarau super panjang seperti sekarang ini krisis air bersih masih melanda wilayah tersebut. Penduduk kembali mengiba pada para donatur, serta memohon droping air kepada pemerintah daerah. Para ibu juga kembali menggendong jeriken ngangsu (mengambil, Red) air dari sumur yang mulai mengering sebagaimana hari-hari sebelumnya.


Ketua Rt 013/04, Klegung, Ngoro-oro, Patuk Sugeng ketika ditemui membenarkan, bantuan sumur bor dari pemerintah pusat belum dapat digunakan oleh masyarakat. Sejak diresmikan Menhan Prabowo pada awal Agutus 2023 hingga kini airnya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya."Instalasi dan jaringan pipa telah tersambung ke rumah-rumah penduduk tapi tidak ada airnya," kata Sugeng saat ditemui, Minggu (1/10/23).

Dua torn atau bak penampungan yang sedianya menjadi terminal air seolah menjadi saksi bisu kesedihan dan asa bagi warga penerima bantuan. Kata Sugeng, sebelum peresmian daya sedot sumur bor telah diujocobakan dan berhasil. Bahkan saat Menhan Prabowo menyapa warga Klegung dari balik layar dalam seremonial peresmian pun airnya mulai terangkat."Tapi belum ada satu jam setelah diresmikan mesin pompa mati. Padahal air belum sampai mengalir ke rumah penduduk," ujarnya.


Oleh penanggungjawab sepekan kemudian didatangkan mesin pompa baru. Akan tetapi upaya itu terhenti di tengah jalan, karena air tidak berhasil diangkat."Sejauh ini sudah empat kali ganti pompa," ucapnya.


Warga meyakini, selangkah lagi air dapat dinikmati masyarakat asalkan saat pengeboran mempertimbangkan faktor kedalaman. Namun sepengetahuannya, dalamnya pengeboran tidak sampai 120 meter seperti rencana awal. "Kami bingung mau mengadu ke mana. Kiranya Pak Prabowo mendengar harapan kami untuk bisa melanjutkan program sumur bor yang belum tuntas ini," ungkapnya.
Menurut Sugeng, pada musim kemarau panjang seperti sekarang keinginan mendapatkan akses air dengan mudah tertunda. Jika tidak ada bantuan droping air, secara mandiri membeli melalui tangki milik swasta. Satu tangki harganya sekitar Rp 150 ribu.


Lurah Ngoro-oro Sukasto tidak menampik kendala pengangkatan air program sumur bor dari Kementerian Pertahanan. Jika bisa dioptimalkan lagi pihaknya berharap supaya ditindaklanjuti."Atau ungkin ada terobosan lain, alau memang sumber air masih (ada)," kata Sukasto.


Menhan RI Prabowo Subianto pada 9 Agustus 2023 meresmikan bantuan sumur bor dan pipanisasi air bersih di Gunungkidul. Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan para ahli dan Universitas Pertahanan (Unhan) RI. Peresmian berlangsung di Wareng, Wonosari.


Terpisah, pengelola sumur bor setempat Agus Riyanto mengaku tidak bisa berbuat banyak. Seringkali warga bertanya mengenai kelanjutan program pengangkatan air."Tapi kita ini hanya pengurus. Mau mengusulkan (lagi) bukan hak kami. Kami ini hanya (bagian) instalasi kalau ada airnya kami kelola," kata Agus. (gun/din)

Editor : Satria Pradika
#kemenhan #Kapanewon Patuk #Prabowo Subianto #musim kemarau