JOGJA - Perkembangan teknologi digital secara umum memengaruhi banyak aspek, termasuk bagi para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam upaya mendukung peningkatan mutu dan kualitas UMKM, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan aplikasi berbasis website. Yakni bernama Sistem Debit Kredit Enterprise Resource Planning (SIDEK-ERP).
Koordinator Pusat Kajian Sistem Informasi (PKSI) UGM Fitri Amalia menyampaikan, sistem tersebut dirancang untuk mempermudah pelaporan keuangan. "Terutama untuk membantu melakukan integrasi perencanaan sumber daya perusahaan, khususnya UMKM," katanya, Minggu (15/12/2024).
Fitri menjelaskan, secara konsep SIDEK-ERP menawarkan solusi menyeluruh yang mencakup berbagai modul penting, seperti akuntansi, keuangan, penjualan, persediaan, dan pembelian.
SIDEK-ERP diharapkan bisa meminimalisasi risiko kesalahan pencatatan. Memudahkan melakukan pembukuan, serta membantu penyusunan laporan keuangan secara mudah, cepat, dan andal.
"SIDEK-ERP merupakan salah satu inovasi unggulan berbasis societal impact," ulasnya.
Sejak diperkenalkan pertama kali pada 2023, SIDEK-ERP telah digunakan oleh hampir 1.000 pengguna. Mulai dari UMKM, siswa SMK, hingga para mahasiswa.
"Penggunanya tersebar dari berbagai daerah seperti Jogja, Sleman, Surabaya, dan Bandung," bebernya.
Diakuinya, program ini dikembangkan sebagai bagian dari pengabdian masyarakat FEB UGM, yang bertujuan mendorong digitalisasi dan efisiensi operasional UMKM di Indonesia.
Sejauh ini, kata Fitri, SIDEK-ERP telah digunakan oleh 984 pengguna dengan rincian 328 UMKM, 600 mahasiswa, dan 56 siswa SMK," terang Dosen Departemen Akuntansi FEB UGM ini.
Lebih lanjut, Fitri menjelaskan modul SIDEK-ERP merupakan modul akuntansi yang dirancang untuk mengatur daftar akun dan jurnal dengan fleksibilitas tinggi. Sekaligus mengintegrasikan seluruh data akuntansi dari berbagai modul lainnya.
"Salam modul ini dilengkapi dengan fitur daftar akun, saldo awal, daftar jurnal, buku besar, laporan, serta konfigurasi," tuturnya.
Selanjutnya, kata dia, modul keuangan dikembangkan untuk mengelola arus kas dan keuangan perusahaan secara menyeluruh dan memastikan keputusan keuangan yang tepat dan strategis. Modul ini dilengkapi dengan fitur pengaturan kas.
"Modul pembelian untuk mempermudah proses pengadaan barang dan jasa melalui penerimaan barang hingga pembayaran pemasok dengan sistem yang terorganisir," sebutnya.
"Lalu, modul ini dilengkapi dengan menu diskon, pajak, daftar pemasok, serta daftar utang" sambungnya.
Baca Juga: Hukum Adat Diakui dalam KUHP, tapi Pakar Hukum Menilai Aturan Main dalam KUHAP Masih Kabur
Sementara itu, CEO Aisyah Craft yang juga salah satu UMKM FEB UGM Nasfa Yanti mengaku sangat terbantu dengan adanya platform SIDEK-ERP tersebut. Platform tersebut sangat memudahkannya dalam menjalankan bisnis, terutama dalam pelaporan dan pencatatan keuangan.
"Selama ini kami masih manual memakai excel dalam pelaporan keuangan. Dengan SIDEK-ERP pelaporan keuangan jadi lebih mudah dan tahu barang yang masuk dan keluar secara rinci," tandasnya. (iza)
Editor : Sevtia Eka Novarita