BANTUL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyiapkan langkah mitigasi menyusul diterimanya surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9). Meski peluang paparan abu vulkanik mencapai Bantul dinilai kecil, kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi perubahan kondisi.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul Ahmad Riyanto mengatakan, kewaspadaan telah dilakukan sejak muncul informasi mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau. Langkah tersebut diperkuat setelah Dinkes Bantul menerima surat edaran kewaspadaan dari Kemenkes RI.
“Kalau kita lebih ke arah mitigasi terkait dengan adanya potensi untuk terjadi suatu krisis kesehatan,” kata Ahmad, Senin (7/9).
Baca Juga: MBG di SMPN 3 Turi Sudah Lolos Tes Organoleptik, Guru Cek Bau dan Tekstur Makanan sebelum Dibagikan
Menurutnya, mitigasi tidak berarti Dinkes memastikan abu vulkanik akan mencapai Bantul. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan masyarakat memiliki kesiapan apabila terjadi paparan.
“Kita punya rencana kontinjensi terkait dengan kejadian yang mungkin akan ditimbulkan oleh kejadian baik itu bencana, ya contohnya abu vulkanik, gempa, dan lain-lain,” ujarnya.
Dalam surat Kemenkes, terdapat sejumlah potensi dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik yang perlu diwaspadai. Di antaranya gangguan saluran pernapasan, mata, dan kulit. Selain itu, paparan juga dapat berisiko menyebabkan kontaminasi air dan pangan serta meningkatkan risiko cedera dan kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz Liga Champions, Update Tim, Susunan Pemain dan Skor Akhir
Ahmad mengatakan, kewaspadaan di fasyankes Kabupaten Bantul telah dilakukan sejak sehari sebelumnya. Dinkes juga memiliki sistem pengamatan dan pelaporan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) untuk memantau kemungkinan munculnya dampak kesehatan.
Meski peluang paparan abu vulkanik relatif kecil, Dinkes tetap meminta masyarakat memahami langkah mitigasi. Saat ini, Dinkes Bantul juga menyiapkan surat edaran yang lebih teknis bagi fasyankes sebagai panduan menghadapi potensi dampak erupsi.
Ahmad menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi dan kewaspadaan, bukan untuk menimbulkan kepanikan di masyarakat.
“Mitigasi ini kita lakukan supaya masyarakat dan fasyankes siap apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan kondisi,” ujarnya. (cr2)
Editor : Sevtia Eka Novarita