Tahun Ajaran Baru Telah Berjalan, tapi Seragam Gratis Belum Terdistribusi, Ini Alasan Disdikpora Bantul

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 20:41 WIB
Kepala Dikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Kepala Dikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

 

BANTUL - Tahun ajaran 2026/2027 telah berjalan. Namun, hingga sekarang Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul belum mendistribusikan seragam gratis untuk seluruh siswa baru. Baik untuk jenjang sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) sederajat.


Kepala Didsikpora Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto berdalih pendistribusian seragam gratis terkendala data jumlah siswa penerima. Disdikpora baru mengantongi data penerima dari SD negeri dan SMP negeri. Data penerima dari sekolah swasta masih dalam proses penghitungan.

Baca Juga: Sebut BPKP Juga Berhak Mengaudit, Polda dan Kejati DIY Siap Hadapi Sidang Praperadilan Reno


Berdasar data disdikpora, jumlah murid SD negeri yang akan mendapatkan seragam gratis sebanyak 7.621 siswa. Mereka dari 281 sekolah. Untuk madrasah ibtidaiyah (MI) negeri tercatat 224 murid dari tiga sekolah.


”SMP negeri 8.519 murid dengan jumlah 47 sekolah, sedangkan MTS negeri ada 1.495 murid dari 9 sekolah,” jelas Nugroho di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2026).


Pemberian seragam gratis merupakan salah satu janji politik pasangan Abdul Halim Muslih – Aris Suharyanta. Program tersebut bertujuan meringankan beban orang tua siswa. Harapannya, dapat meminimalisasi angka putus sekolah. Rencananya, seragam yang diberikan hanya berupa seragam merah putih untuk siswa SD dan biru putih untuk siswa SMP.

Baca Juga: Pemprov DIY Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 30 September 2026


"Total anggaran untuk SD dan SMP Rp 4 miliar lebih," sebutnya.


Terkait pendistribusian, bekas kepala dinas kebudayaan ini mengungkapkan, akan dipusatkan di titik-titik kapanewon. Masing-masing sekolah di wilayah tersebut akan dijadwalkan untuk mengambil seragam di lokasi yang telah ditentukan. 


"Kami belum berani memberikan kapan tanggal pasti distribusinya,” tuturnya.

Baca Juga: Januari hingga Awal Agustus, Dinsos Kabupaten Bantul Catat Telah Ada 2.000 KPM yang Graduasi


Terpisah, Sekretaris Komisi D DPRD Bantul Herry Fahamsyah meminta organisasi perangkat daerah terkait mengevalusasi proses pengadaan dan pendistribusian seragam gratis pada tahun ini. Itu untuk mengantisipasi keterlambatan pendistribusian terulang.


”Paling tidak proses pengadaan seragamnya dua bulan sebelum penerimaan siswa baru. Data penerimanya juga harus jelas,” ingatnya. (cin/zam)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja
kabupaten bantul seragam gratis Disdikpora SMP sd