BANTUL - Sosialisasi beasiswa pendidikan menengah kembali diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY. Anggota Komisi D DPRD DIY Arni Tyas Palupi menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
“Beasiswa pendidikan menengah ini bisa membantu masyarakat yang memang membutuhkan,” ucap Arni Pendapa Perkasa Padukuhan Serayu, Bantul Rabu (15/4).
Diingatkan, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang baik. Arni berupaya semaksimal mungkin mendukung program beasiswa pendidikan menengah tersebut. "Jadi jangan ada stigma, wong mlarat raiso sekolah (orang miskin tidak bisa sekolah, Red)," lanjutnya.
Sosialisasi dengan cara terjun langsung ke tengah masyarakat dinilainya penting. Sebab, tak semua masyarakat paham dengan teknologi informasi. Dengan sosialisasi tatap muka langsung, masyarakat bisa bertanya bila ada kendala maupun sesuatu yang tidak dipahami.
Meski ada kebijakan efisiensi anggaran, Arni berkomitmen terus mempertahankan program beasiswa pendidikan menengah. Tidak mengurangi kuota dan besaran anggaran. “Sebenarnya harapannya, anggaranya naik, bukan tetap. Semoga setelah perekonomian negara sudah baik, bisa ditambah anggarannya," bebernya.
Arni berharap, dengan adanya beasiswa itu tak ada lagi masyarakat DIY yang putus sekolah karena alasan biaya. Bahkan bisa menjadi penyemangat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Pendidikan itu semakin tinggi, semakin bisa membuka wawasan anak- anak," katanya.
Baca Juga: ASN Bermedsos, DPRD Kulon Progo Ingatkan Jangan Lupa Tugas Utama
Staf Pengelola Beasiswa Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Tri Suryani menjelaskan, beasiswa pendidikan menengah bagi SMA/SMK DIY terbagi menjadi tiga. Beasiswa Kartu Cerdas, Retrieval, dan Beasiswa Jaminan Kelangsungan Pendidikan (JKP).
Beasiswa Kartu Cerdas untuk sekolah negeri dan swasta bagi penduduk DI dari keluarga kurang mampu atau keluarga yang menempuh pendidikan menengah di DIY. Jenjang SMA dengan kuota 5.000 murid dengan nilai beasiswa Rp 1,5 juta per siswa setiap tahun. Siswa SMK kuotanya 10 ribu siswa. Beasiswa per murid juga Rp 1,5 juta per tahun.
Sedangkan Beasiswa Retrieval untuk sekolah swasta lulusan SMP yang tidak melanjutkan sekolah. Atau siswa putus sekolah di jenjang SMA/SMK. Alokasinya untuk 100 siswa. Setiap siswa bisa mendapatkan Rp 3 juta per tahun di jenjang SMA. Sedangkan jenjang SMK diperuntukan 125 siswa. “ Nilai beasiswa Rp 3 juta setiap siswa per tahun,” terang Tri.
Beasiswa JKP untuk lulusan SMP yang tidak melanjutkan sekolah atau alumni SMA/SMK swasta di DIY yang masih memiliki kekurangan biaya administrasi sekolah. Total anggaran jenjang SMA Rp 500 juta. Maksimal per anak Rp 4 juta. Sedangkan beasiswa jenjang SMK totalnya Rp 2,4 miliar dan setiap siswa Rp 4 juta.
Tujuan program beasiswa pendidikan menengah ini untuk menjamin keberlangsungan belajar bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu atau keluarga miskin. "Siswa bisa dibatalkan mendapatkan beasiswa jika terlibat tindak kriminal atau sudah pindah dari SMA di DIY," terangnya. (cin/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita