BANTUL – Badan Kerjasama Sekolah (BKS) SD/MI Muhammadiyah se-Bantul mendatangi Komisi D DPRD Bantul di kantornya, Kamis (13/2/2025).
Selain untuk menjalin silaturahmi, kedatangannya untuk menyampaikan sejumlah aspirasi berkaitan kesejahteraan guru dan pengembangan sarana dan prasarana (Sarpras) yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).
Ketua BKS SD/MI Muhammadiyah Bantul Ana Rohmatulloh mengatakan, tujuan dari kedatangannya ini berharap insentif kesejahteraan para guru di sekolah swasta dapat meningkat.
Dia juga meminta agar informasi mengenai penggunaan DAK lebih transparan agar sekolah swasta dapat mengaksesnya dengan jelas.
“Selama ini memang dapat DAK, tetapi terkadang terkendala informasi,” katanya, Kamis (13/2/2025).
Ana juga berharap agar ke depan, ketika Bantul menerima DAK dari pusat, sekolah swasta diberi akses yang lebih baik untuk memanfaatkan dana tersebut.
Selain itu, dia mengusulkan agar Pemkab Bantul memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja bagi guru-guru di sekolah swasta, yang gajinya masih jauh dari standar Upah Minimum Regional (UMR) Bantul.
“Guru-guru di sekolah swasta Muhammadiyah sangat terbebani dengan keikutsertaan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yang mereka tanggung sendiri,” ujarnya.
Pun dia mengusulkan agar dana bantuan operasional sekolah (BOS) di sekolah swasta ditingkatkan, mengingat mayoritas siswa di sekolah swasta berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu.
Sehingga peningkatan tersebut akan meringankan beban peserta didik.
Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Bantul Herry Fahamsyah mengaku, akan berupaya menyambungkan aspirasi tersebut ke ranah eksekutif.
Apalagi dalam audiensi tersebut dihadiri oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Bantul beserta asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat.
“Tentunya kehadiran teman-teman guru ini akan kami upayakan dapat tercapai keinginannya,” ungkapnya.
Herry juga menambahkan bahwa dana BOS yang diterima sekolah negeri dan swasta di Bantul belum seimbang, dan pihaknya akan fokus memperjuangkan hal ini.
“Karena yang sekolah di swasta pun sama-sama generasi penerus Bantul,” tambahnya. (rul/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita