BANTUL - Wisatawan yang berlibur di pesisir pantai wilayah Jogjakarta diminta untuk waspada terhadap tingginya ombak. Selain itu, pelancong harus menaati rambu peringatan saat bermain di dalam air.
Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis Arief Nugraha menegaskan, wisatawan yang bermain air di pantai harus mengikuti rambu-rambu peringatan terpasang. Khusunya soal lokasi bermain air yang tidak menjorok ke tengah. "Jangan bermain air di area berbahaya," tegasnya Minggu (26/1/2025).
Baca Juga: Menang atas PSPS Pekanbaru, PSIM Puncaki Klasemen Grup X, Erwan Hendarwanto Kalahkan Aji Santoso
Dia justru berharap, agar wisatawan di Pantai Parangtritis lebih baik untuk tidak berenang. Mengingat sudah banyaknya wisatawan yang terseret ombak di pantai.
"Terbaru kemarin (Sabtu, Red) terseret arus," sambungnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry menuturkan, wisatawan yang terseret arus berjumlah tiga orang. Yakni Fernando, 13; Azka Alfasih, 12; dan Anis Mujiyono, 37. Ketiganya merupakan satu rombongan wisatawan dari Ungaran.
Baca Juga: BKPPD Gunungkidul Telusuri Kasus Perselingkuhan ASN, Dua Pelaku Sama-Sama Telah Berkeluarga
Setibanya di Pantai Parangtritis, mereka langsung bermain air. Mereka yang terlalu asyik bermain air, tidak sadar sudah melewati titik berbahaya. "Tidak berselang lama korban terseret arus ke tengah," ujarnya.
Beruntungnya, ketiga wisatawan bisa diselamatkan. Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Hanya dibawa ke klinik terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi mengungkapkan, sudah ada lonjakan wisatawan untuk libur panjang ini. "Perkiraan tiap hari dari Minggu-Rabu per hari 13 ribu pengunjung," bebernya.
Jumlah tersebut tentunya jauh lebih tinggi dibanding hari biasa. Mengingat rata-rata kunjungan hari biasa hanya 9 ribu hingga 10 ribu wisatawan. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita