Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bantul Turun Hujan BPBD Tetap Siaga Kekeringan, Droping Air Masih Terus Dilakukan

Khairul Ma'arif • Selasa, 10 September 2024 | 04:00 WIB

 

DAMPAK KEKERINGAN: Pengiriman droping air di Jatimulyo, Dlingo untuk 328 jiwa dan 82 KK pada Minggu (8/9/2024).
DAMPAK KEKERINGAN: Pengiriman droping air di Jatimulyo, Dlingo untuk 328 jiwa dan 82 KK pada Minggu (8/9/2024).
  

BANTUL - Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul pada Minggu (8/9/2024) malam. Di antaranya di Kapanewon Sanden, Pundong, Sewon, dan Pleret. Namun hal ini pun tidak berdampak pada status siaga kekeringan yang sudah dicanangkan Badan Penanggulangan Bencana Daeraha (BPBD) Bantul.

Sebab intensitas turunnya hujan masih minim. Sehingga belum mampu untuk menyimpan air tanah. "Itu tidak pengaruh ke air tanah. Masyarakat tetap butuh air," ujar Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol Senin (9/9/2024).

Menurutnya, Bantul sudah menerapkan status siaga kekeringan sejak 27 Agustus hingga 31 Oktober 2024. Karena masih di masa peralihan musim, droping air masih akan dilakukan. Bahkan hingga Minggu (8/9/2024), BPBD masih menyalurkan air ke Dlingo. "Totalnya sekarang sudah droping 54 tangki dengan jumlah satu tangki lima ribu liter," ucap Antoni.

Jumlah tersebut hanya terhitung mulai dari musim kekeringan 2024 semester kedua. Sedangkan jika dihitung sejak Januari, BPBD Bantul sudah melakukan droping air 90 tangki.

Dia merinci, sudah ada sembilan kapanewon yang mengalami kekeringan. Terdiri dari Kapanewon Dlingo, Imogiri, Kasihan, Pajangan, Pandak, Piyungan, Pleret, Pundong, dan Sedayu. Dari sembilan kapanewon, ada 19 kalurahan dan 40 padukuhan yang terdampak kekeringan. "Total jiwa yang terdampak 10.191 orang dan 2.562 KK," tuturnya.

Total pendistribusian selama 2024, mencapai 278 tangki dengan total sekitar 1,3 juta liter air. Angka tersebut tidak hanya dipenuhi oleh BPBD Bantul. Melainkan juga dibantu oleh PMI 131 tangki, Tagana 41 tangki, dan donasi 16 tangki.

Sementara itu, Kepala BPBD Bantul Agus Yuli Herwanta menambahkan, untuk menghadapi musim penghujan sekarang sudah memiliki sekitar tujuh EWS banjir. Menurutnya, setiap bulannya selalu ada pemeliharaan terhadap EWS tersebut dan yang mengalami kerusakan mendapat perawatan lanjut. Selain, ada juga sekitar 5 EWS untuk antisipasi longsor. "EWS banjir di sungai-sungai besar," ungkapnya. (rul/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Droping Air Bersih #Kekeringan #BPBD Bantul #Hujan