RADAR JOGJA - Persoalan judi online (judol) sedang menjadi perhatian pemerintah. Itu karena dampak yang ditimbulkannya sangat merugikan masyarakat luas.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengungkapkan, banyak yang menjadi miskin mendadak karena judol. "Tetapi yang menjadi kaya belum ada satu pun," katanya kemarin (28/6).
Menurutnya, kondisi tersebut karena diatur oleh algoritma sistem. Judol tidak digerakkan secara manual sehingga pemiliknya tidur saja duit masuk. Di saat yang bersamaan servernya ada di luar negeri. Itu akan mengeruk sumber daya Indonesia ke luar negeri uangnya.
"Judol berbahaya karena da efek adiktif atau kecanduan dan ketagihan ketika sudah kecemplung," bebernya.
Halim mengaku, bahaya Judol selalu disuarakan di berbagai forum Bantul. Menurutnya tiap individu harus menjadi benteng darinya agar tidak terjerumus judol. Sebab kasus judol seperti gunung es yang hanya tampak kecil di permukaan. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika