RADAR JOGJA - Puluhan warga Dusun Ponggok II, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Bantul menggelar aksi demonstrasi menolak pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di dusunnya. Aksi unjuk rasa itu dilakukan di Balai Kalurahan Trimulyo, Jumat (1/9).
Rombongan warga tiba di halaman Balai Kalurahan Trimulyo sekitar pukul 13.30 dengan mengendarai puluhan sepeda motor dan beberapa mobil bak terbuka. Mereka membawa sejumlah poster dan spanduk bertuliskan penolakan pembangunan IPLT yang berlokasi di kawasan permukiman warga.
Sejumlah perwakilan warga kemudian melakukan audiensi dengan pihak kalurahan, panewu Jetis, dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul. Dalam audiensi itu, DPUPKP Bantul mengajak warga untuk melakukan studi banding di IPLT Keputih, Surabaya. Namun, warga tetap menolak.
Ketua RT 01 Dusun Ponggok II Eva Dwi Putra mengungkapkan, warga sebenarnya mendukung rencana pembangunan IPLT. Hanya saja, lokasinya yang harus dipindahkan. Karena, rencananya IPLT akan dibangun dekat dengan permukiman warga.
“Kami tuntutannya hanya memindahkan,” katanya kepada wartawan.
Baca Juga: Cek Kelayakan Kendaraan Dinas, Polres Bantul Pastikan Siap Digunakan untuk Pengamanan Pemilu
Menurut Pak RT, berdasarkan sosialisasi yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, jarak IPLT dengan permukiman warga sangat dekat yakni 125 meter. "Kami mendukung IPLT, tetapi harus dipindahkan lokasinya. Yang sekarang itu dekat sekali dengan warga, pasti nanti terganggu dengan baunya," ujar Eva.
Ia menyebut, IPLT rencananya akan dibangun di Dusun Blawong tetapi dekat sekali dengan Dusun Ponggok. Menurutnya, dalam kondisi saat ini saja, warga kerap terganggu dengan adanya pertandingan sepak bola dan aktivitas olahraga lain. Sebab, Dusun Ponggok II berada di sekitar Stadion Sultan Agung.
Warga tetap menolak untuk studi banding ke Surabaya. Lantaran, mereka sudah meninjau IPLT Madurejo di Prambanan.
"Kami tidak setuju studi banding karena kami sudah bersama-sama ngecek di IPLT Madurejo dan kenyatannya bau,” sebutnya.
Subkoordinator Substansi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan DPUPKP Bantul, Erwin Prasmanta menjelaskan, rencana pembangunan IPLT yang ditolak warga belum final. Masih dalam tahap sosialisasi.
“Sebenarnya belum ada pembangunan, masih tahap sosialisasi dan kami hanya melihat ke sana dengan kelurahan dan warga lain,” katanya.
Pihaknya sendiri sudah menawarakan agar warga studi banding ke Keputih, Surabaya untuk melihat pengelolaan IPLT di sana. Namun warga tetap menolak. "Nanti kami evaluasi lagi soal aspirasi warga," ujar Erwin. (tyo)