RADAR JOGJA-Sugar glider adalah mamalia kecil yang berasal dari Australia, Papua Nugini, dan beberapa wilayah di Indonesia. Hewan ini tergolong marsupial, yang berarti mereka memiliki kantung untuk membawa anaknya, mirip dengan kanguru. Ciri khas sugar glider adalah kemampuan mereka meluncur di udara menggunakan membran kulit yang membentang dari pergelangan tangan hingga pergelangan kaki, mirip sayap.
Hewan nokturnal ini aktif pada malam hari, dan dikenal sebagai hewan sosial yang hidup dalam kelompok. Mereka biasanya mengonsumsi makanan yang manis seperti nektar, getah pohon, buah-buahan, dan serangga. Berikut ini merupakan jenis-jenis Sugar glider yang sering kita temui.
1.Classic Grey.
Sugar glider classic grey adalah jenis sugar glider dengan pola warna yang paling umum. Mereka memiliki bulu berwarna abu-abu di seluruh tubuh, dengan garis hitam yang membentang dari hidung hingga ke punggung. Perut dan dada mereka biasanya berwarna lebih terang, seperti putih atau krem. Mata mereka besar dan bulat, khas hewan nokturnal, dan ekor panjang mereka juga berwarna abu-abu dengan ujung hitam. Sugar glider ini terkenal sebagai hewan peliharaan karena sifatnya yang sosial dan kemampuannya meluncur di udara dengan membran kulit antara kaki depan dan belakang.
2.White Face.
Sugar glider white face adalah varian warna sugar glider yang memiliki wajah tanpa tanda atau garis hitam di sekitar mata, yang membedakannya dari tipe classic grey. Bulu di wajahnya berwarna putih bersih atau krem pucat, memberikan tampilan yang lebih cerah. Meskipun wajahnya putih, tubuh mereka umumnya masih memiliki warna abu-abu seperti sugar glider lainnya, namun kontras dengan wajah yang cerah. Varian ini cukup populer di kalangan pecinta sugar glider karena penampilannya yang unik dan menarik.
3.Leucistic.
Sugar glider leucistic adalah varian warna yang langka dan menarik, ditandai dengan bulu yang sepenuhnya putih bersih di seluruh tubuh tanpa pola atau garis hitam seperti varian lainnya. Meskipun berwarna putih, mereka tetap memiliki mata berwarna hitam, berbeda dengan albino yang memiliki mata merah. Penampilan mereka yang serba putih membuatnya sangat populer di kalangan kolektor dan penggemar sugar glider. Leucistic sugar gliders memiliki karakteristik fisik dan perilaku yang sama seperti jenis sugar glider lainnya, termasuk kemampuan meluncur dan sifat sosial yang kuat.
4.Albino.
Sugar glider albino adalah varian yang sangat langka, ditandai dengan bulu berwarna putih sepenuhnya dan mata merah atau merah muda, akibat kurangnya pigmen melanin. Kondisi albinisme membuat penampilan mereka berbeda dari jenis sugar glider lainnya, yang biasanya memiliki pola dan warna abu-abu atau hitam. Sugar glider albino juga cenderung lebih sensitif terhadap cahaya karena ketiadaan pigmen pada mata dan kulit. Meskipun penampilannya unik, perilaku dan sifat mereka sama seperti sugar glider lainnya yaitu sifat sosial yang kuat, aktif, dan mampu meluncur di udara.
5.Mosaic.
Sugar glider mosaic adalah varian warna yang menampilkan pola unik dengan kombinasi berbagai warna dan bercak pada bulu mereka.
Mereka biasanya memiliki campuran warna-warna cerah, seperti putih, abu-abu, dan cokelat, dengan pola yang tidak teratur dan acak di seluruh tubuh.
Warna dan pola ini bisa sangat bervariasi dari individu ke individu, memberikan tampilan yang sangat bervariasi dan unik.
Sugar glider mosaic juga sering kali memiliki area dengan bulu yang lebih terang atau lebih gelap, menciptakan efek mosaik yang mencolok. Selain penampilan yang menarik, mereka juga memiliki sifat sosial dan aktif yang khas dari sugar glider pada umumnya.
Sugar glider sangat banyak dipelihara karena ukurannya yang kecil dan sifatnya yang ramah, meskipun membutuhkan perawatan khusus dan lingkungan yang mirip dengan habitat aslinya.
Raka Meda
Dari berbagai sumber.