Tahun ini menjadi momentum penting bagi Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) , karena ajang lari tahunan ini secara resmi menyandang Elite Label dari World Athletics. Bahkan, jumlah peserta juga melonjak menjadi 11.500 pelari dari 38 negara, menjadikan Magelang sebagai salah satu destinasi sport tourism paling bergengsi.
Pemimpin Redaksi Harian Kompas Haryo Damardono mengatakan, tema tahun ini 'Stride to Glory', merupakan ajakan untuk merayakan setiap langkah menuju kejayaan yang dibangun bersama. "Ini momentum menuju satu dekade BJBM," ujarnya Minggu (16/11).
Baca Juga: Percepat Pencarian Korban Longsor Cibeunying Cilacap, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca
Haryo menjelaskan, panitia juga menambah aspek kenyamanan pelari, mulai dari perluasan area parkir hingga penyediaan shuttle, untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar Borobudur.
Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro menegaskan, semangat Stride to Glory tidak hanya diwujudkan di lintasan, tetapi juga lewat penguatan ekonomi lokal. Tahun ini, BJBM kembali menghadirkan Pasar Harmoni, hasil kolaborasi Bank Jateng Pawone dan Jateng Berdikari.
Sebanyak 60 UMKM terpilih. 20 di antaranya dari Bank Jateng Pawone dan 40 dari tujuh wilayah Jateng lewat program Jateng Berdikari yang menampilkan kuliner, kriya, hingga produk fesyen.
Baca Juga: Pengamat Sebut Pernyataan Menkeu Purbaya Tegaskan Penagihan BLBI Tidak Pernah Kedaluwarsa
"Bank Jateng ingin memastikan setiap langkah menuju garis finis juga memberi manfaat bagi masyarakat dan pariwisata Jawa Tengah," paparnya.
Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie Ahn menjelaskan, tahun ini pelari menikmati rute baru yang menggabungkan warisan budaya, alam, dan modernisasi. Lintasan melintasi hamparan sawah, kampung tradisional, hingga titik pandang baru yang menampilkan kemegahan Candi Borobudur.
"Yang membuat BJBM istimewa adalah sambutan masyarakat Magelang yang selalu hangat," katanya.
Baca Juga: Van Gastel Siapkan Pemain untuk Dipinjamkan, PSIM Jogja Tak Prioritaskan Rekrutmen Baru
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai, tingginya antusiasme peserta membuktikan BJBM tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi telah menggerakkan ekonomi masyarakat. "Borobudur Marathon sudah kelas dunia. Peserta dari 38 negara ini tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga menarik investasi," paparnya.
Untuk itu, dia mendorong agar Jawa Tengah semakin banyak menggelar event marathon bertaraf internasional, termasuk moon marathon, night marathon, beach marathon, hingga mountain marathon.
Baca Juga: Percepat Penanganan, Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Tanah Longsor Cibeunying Cilacap
"BJBM akan menjadi trigger marathon-marathon lain. Ini akan membuat masyarakat sehat, UMKM tumbuh, dan Jateng menjadi ikon marathon dunia," ucapnya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan dukungan penuh terhadap BJBM. Dia bahkan membuka peluang penyelenggaraan Indonesia Marathon Series, yang mana Borobudur Marathon menjadi salah satu agenda utama.
"Itu usulan yang bagus. Kita akan pelajari dan dorong agar Indonesia punya event marathon kelas dunia," katanya. (aya)