RADAR JOGJA - Pengurus Pusat (PP) Hapkido Indonesia (HI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Senior IV di GOR Amongraga, 22-23 Juli 2023. Kejurnas juga sebagai ajang Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) 2023. Ajang ini diikuti utusan dari 24 provinsi yang telah melalui berbagai seleksi dan kejuaraan daerah.
Kejurnas senior diikuti oleh 266 atlet dan 103 ofisial serta mempertandingkan 255 nomor. Adapun kategori yang menjadi BK PON adalah Dae Ryun (fighting/tarung), Hyung (peragaan jurus), Hoshinshul (peragaan teknik beladiri praktis hapkido yang dilakukan berpasangan), serta Nak Bop (teknik jatuhan yang dilakukan dengan rintangan).
Ajang ini digelar selama dua hari. Pada hari pertama menjadi ajang BK PON. Sementara hari kedua melanjutkan BK PON diikuti ajang Kejurnas sendiri.
Pengurus Daerah (Pengda) HI DIJ dan KONI DIJ menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini di Jogjakarta. Mengingat Hapkido Indonesia sendiri berpusat di Jogjakarta.
Ajang BK PON Hapkido sejatinya digelar bersamaan dengan Indonesia Martial Art Games di Solo Juni lalu. Namun karena batal digelar, PPHI akhirnya menentukan BK PON digelar bersamaan Kejurnas. Pengda HI DIJ sebelumnya memang mengajukan diri menjadi tuan rumah Kejurnas.
Direktur Teknik PPHI Yoyok Suryadi menjelaskan, kegiatan ini sebagai rangkaian dari BK PON harus mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh KONI Pusat. Mulai ketentuan persyaratan administrasi kepesertaan, pelaksanaan serta prosedur dan peraturan pertandingan. “Maupun sistem kelolosan yang telah ditetapkan untuk ke PON XXI Aceh-Sumut 2024,” katanya Jumat (21/7/23).
Yoyok menambahkan, pertandingan akan dilaksanakan dengan dua lapangan yang dipimpin wasit nasional dari berbagai provinsi. Mereka sebelumnya telah mengikuti agenda penyegaran perwasitan selama dua hari. “Pelatih yang mendampingi adalah para pelatih yang memiliki lisensi tingkat nasional," ujarnya.
Sekretaris Jenderal PPHI Yopie Wirawan Adibrata berharap ajang ini dapat berjalan sukses dan lancar. Serta memiliki standar kompetisi yang berkelas. Mengingat cabor hapkido sendiri baru akan dipertandingkan di PON pertama kali pada 2024 mendatang.
Pada PON 2021 lalu, cabor Hapkido masih berstatus cabor eksebisi. “Harapannya seluruh kontingen dapat mengikuti dengan baik dan sukses. Pertandingan berjalan fairplay dan objektif,” harapnya. Setelah BK PON ini, Hapkido Indonesia akan mengirim perwakilannya ke Kejuaraan Dunia Terbuka Hapkido WHMAF di Korea Selatan pada 28-29 Juli 2023. (tyo/laz)