Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lebih Dekat dengan Endah Subekti Kuntariningsih Belajar Melayani Masyarakat dari Keluarga

Andi May • Minggu, 15 Desember 2024 | 14:45 WIB

 

TAK PANTANG MENYERAH: Endah Subekti Kuntariningsih memulai karier politiknya sejak 2011 silam. Dia pernah menjabat sebagai ketua DPRD Gunungkidul dan kini menjadi bupati terpi
TAK PANTANG MENYERAH: Endah Subekti Kuntariningsih memulai karier politiknya sejak 2011 silam. Dia pernah menjabat sebagai ketua DPRD Gunungkidul dan kini menjadi bupati terpi

GUNUNGKIDUL - Endah Subekti Kuntariningsih lahir dari keluarga dengan tradisi panjang kepemimpinan sebagai lurah di Gunungkidul. Dia tumbuh di lingkungan yang mengajarkan tanggung jawab, spiritualitas, dan kemandirian. Endah lahir dan besar di Ponjong, Gunungkidul. 

"Masa kecil saya diisi dengan rutinitas membantu orang tua, seperti mencari pakan ternak dan merawat rumah,” bebernya kepada Radar Jogja Jumat (13/12/2024).

 Baca Juga: Jaring 200 Peserta, Program Wirausaha Merdeka UGM 2024 Hadirkan 39 Inovasi Usaha Kreatif

Keluarga, lanjutnya, menanamkan nila kerja keras sejak dini. Mulai dari ayah, paman, kakek, hingga buyutnya yang semuanya pernah menjabat sebagai lurah. Sang ayah yang merupakan pemimpin, memberikan teladan bagaimana melayani masyarakat tanpa pamrih.

Bahkan, lanjutnya, rumah selalu menjadi tempat singgah bagi ratusan orang dari berbagai daerah. Mencerminkan semangat keterbukaan dan kepedulian sosial. "Dari situ, saya belajar arti sebenarnya dari pelayanan, pengabdian, dan keberanian untuk bertindak sesuai nilai-nilai kebenaran," ucapnya. 


Endah pun memulai karier politiknya pada 2011 silam. Sebagai tenaga ahli fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY. Pada 2014, Endah kemudian terpilih sebagai anggota legislatif. Dia pun berhasil menjabat sebagai ketua DPRD Gunungkidul 2020. 

 

Endah menikah dengan salah satu kader PDI Perjuangan yakni almarhum Tjatur Gono. Dia dikaruniai dua orang anak yang kini mendorongnya untuk menjadi ibu yang mandiri. Baginya, menjadi perempuan berarti memiliki kekuatan untuk menginspirasi perubahan, membangun kehidupan, dan membawa kemajuan.

 Baca Juga: Rumah Bersalin di Tegalrejo Jogja Jadi Lokasi Penjualan Bayi, Begini Kesaksian Warga!

Gaya kepemimpinan yang berjiwa visioner dan petarung itu, terinspirasi pada filosofi dan budaya Jawa. Seperti tokoh wayang Srikandi, memperkuat visinya sebagai perempuan tangguh.

"Srikandi, sosok wanita pejuang dalam Mahabharata, menjadi inspirasi bagi saya untuk terus berjuang dan berdiri di garda terdepan, baik dalam keluarga maupun di dunia politik," ucapnya. 

 


Menurutnya, perempuan harus mampu menjadi pelindung sekaligus penjaga keharmonisan keluarga. Tanpa melupakan perannya di masyarakat. "Sebagai bupati terpilih Gunungkidul (2024-2029, Red), saya berkomitmen untuk membawa perubahan signifikan, menempatkan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pelestarian budaya sebagai prioritas pembangunan," tuturnya. 


Dengan visi menjadikan Gunungkidul sebagai daerah yang maju dan berdaya saing, dia menekankan pentingnya infrastruktur yang memadai. Kemudian pendidikan berkualitas, serta pariwisata berkelanjutan yang mendunia.

 Baca Juga: Menteri PPPA Bakal Dalami Kasus Jual Beli Bayi di Tegalrejo, Pemkot Jogja Pekutat Edukasi di Masyarakat

Wanita kelahiran Gunungkidul 1976 itu juga dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan konsisten. Dalam dunia politik yang penuh tantangan, dia tetap berpegang teguh pada prinsip untuk mendahulukan kepentingan rakyat di atas segalanya. 

"Evaluasi dan introspeksi adalah kunci untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pemimpin yang lebih baik," tandasnya. (ndi/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#bupati terpilih #Dunia Politik #pdip perjuangan #DPRD gunungkidul #keluarga #tumbuh #tanggung jawab #legislatif #visioner #kepemimpinan #Endah Subekti Kuntariningsih #Gunungkidul #karier #Ponjong #pemimpin #kader #Pendidikan #dprd diy #lingkungan #tradisi #masyarakat #lurah